PII Dorong Insinyur Kawal Pandemi Menjadi Endemi

    Husen Miftahudin - 25 September 2021 10:27 WIB
    PII Dorong Insinyur Kawal Pandemi Menjadi Endemi
    Pandemi Covid-19. Foto : Medcom.id.



    Jakarta: Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat menggelar seminar nasional dengan tema 'Peran Insinyur Untuk Menggerakkan Ekonomi dan Membangun Sistem Kesehatan Masyarakat,' di aula Politeknik Negeri Batam. Seminar yang digelar secara daring dan luring itu merupakan rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII 2021.

    Ketua Umum PII Pusat Heru Dewanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut salah satunya ditujukan untuk mempersiapkan para insinyur pada saat pandemi covid-19 menuju endemi, covid-19 tingkat penyebarannya sudah terisolasi hanya di daerah-daerah tertentu.

     



    "Endemi ini juga, kita harus berhati-hati. Karena endemi untuk covid-19 ini mungkin bisa berbeda dengan endemi demam berdarah penanganannya. Endemi covid-19 disalurkan lewat manusia, sehingga ada kekhawatiran muncul yang namanya hyper endemi," ujar Heru dalam siaran persnya, Sabtu, 25 September 2021.

    Menurutnya, permasalahan covid-19 bukan hanya urusan para tenaga medis. Para insinyur juga memiliki andil untuk berpartisipasi, yakni dengan membantu para dokter menciptakan teknologi baru di bidang kesehatan.

    "Kemudian apa yang sudah PII lakukan, kami mencoba berkomunikasi. Selama ini kan kelihatannya urusan kesehatan murni urusan dokter saja. Padahal kita tahu di balik dokter itu ada teknologi. Dokter selama ini bekerja, semua menggunakan teknologi. Teknologi kesehatan itu kan sumbernya berasal dari para insinyur," terangnya.

    Di luar negeri, sebut Heru, hal tersebut sudah umum terjadi. Tapi di Indonesia melibatkan pemikiran para insinyur di dunia kesehatan adalah sesuatu yang masih jarang terjadi.

    "Untuk itulah kami mengajak para insinyur untuk maju ke depan, bersama-sama menjadi pilar ketahanan kesehatan nasional bersama dengan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Karena itulah kami berkomunikasi dengan asosiasi kesehatan, produsen alat kesehatan, industri kesehatan dan lain sebagainya, untuk memahami apa kebutuhan dan syarat-syarat di dunia kesehatan," paparnya.

    Heru mengungkapkan setelah para insinyur sukses membantu dunia kesehatan melalui teknologi baru, tahapan berikutnya adalah menjodohkan teknologi tersebut dengan industri. "Sehingga teknologi baru di bidang kesehatan itu bisa membantu perindustrian alat-alat kesehatan dalam negeri," pungkas Heru.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id