Menabung Sampah Ciptakan Nilai Ekonomi

    Angga Bratadharma - 16 November 2020 07:57 WIB
    Menabung Sampah Ciptakan Nilai Ekonomi
    Bank DKI mendorong bermunculannya komunitas Peduli Lingkungan JakOne Artri bagi generasi muda di DKI Jakarta. Foto: dok Bank DKI.
    Jakarta: Bank DKI Jakarta mengajak masyarakat membantu penanganan lingkungan hidup melalui pengelolaan sampah yang bisa memberikan nilai ekonomi. Kebelanjutan ekosistem lingkungan yang terjaga menjadi penting agar keberlangsungan perekonomian terjaga demi masa mendatang yang lebih baik.

    Bank DKI terus mendorong bermunculannya komunitas Peduli Lingkungan JakOne Artri bagi generasi muda di DKI Jakarta. Paling baru, Bank DKI bersama Pramuka Kwartir Jakarta Selatan dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan serta Mountrash Avatar Indonesia meluncurkan komunitas JakOne Artri Pramuka Kwartir Jakarta Selatan.

    Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengemukakan melalui aplikasi JakOne Artri diharapkan membuat para anggota Pramuka dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah yang masih bisa memberikan nilai ekonomi melalui aktivitas R3 (Reduce, Reuse, dan Recycle) serta didukung dengan aplikasi.

    "Organisasi Pramuka ini diikuti oleh generasi muda yang nantinya kita harapkan bisa semakin peduli terhadap lingkungan. Kalau mereka konsisten (menabung sampah), tentunya bisa menambah penghasilan mereka," ujar Herry, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 16 November 2020.

    Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji menyambut baik kolaborasi Pramuka Jakarta Selatan dengan Bank DKI melalui peluncuran Komunitas JakOne Artri. Komunitas JakOne Artri dapat membantu penanganan lingkungan hidup di Jakarta Selatan, serta dapat membentuk karakter generasi muda di DKI Jakarta menjadi karakter yang lebih peduli lingkungan.

    Adapun alur kegiatan komunitas JakOne Artri diawali dengan memilah sampah (botol, gelas plastik, kertas, dan lain sebagainya) oleh warga, selanjutnya dibawa ke tempat pengepul sampah (mountrash point) untuk ditimbang dan didata sesuai kategori menggunakan aplikasi JakOne Artri.

    Setelah didata warga akan mendapatkan uang hasil penjualan sampah secara nontunai melalui aplikasi JakOne Artri.  Setelah sampah terkumpul, pengepul sampah akan mengirim notifikasi atau meminta pihak pengusaha sampah (mountrash collection point) untuk mengambil sampah tersebut.

    Di sini sampah akan ditimbang kembali, untuk kemudian hasilnya akan dibayarkan kepada pengepul sampah via aplikasi JakOne Artri secara nontunai. Untuk pengurus RT, pengurus sekolah, PKK, pengelola gedung, pengurus karang taruna dan pembina komunitas juga dapat bergabung dalam komunitas JakOne Artri sebagai pengepul sampah.

    Terbentuknya komunitas JakOne Artri ini setidaknya akan memberikan tiga manfaat bagi masyarakat, yaitu menjadi sumber penghasilan tambahan, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, serta upaya menjaga kelestarian bumi secara modern. Bank DKI akan terus merangkul berbagai komunitas di DKI Jakarta untuk bergabung dengan Komunitas JakOne Artri.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id