Kementan Tegaskan Tak Ada Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Malang

    M Studio - 04 April 2021 10:48 WIB
    Kementan Tegaskan Tak Ada Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Malang
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Foto:Dok.Kementan)



    Malang: Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Malang, Jawa Timur, tetap terjaga. Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa tiada kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Malang.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemerintah akan selalu mengupayakan ketersediaan pupuk bersubsidi.






    "Ketersediaan pupuk sangat penting. Apalagi pada saat petani akan memasuki musim tanam. Oleh karena itu, pemerintah selalu memantau ketersediaan pupuk bersubsidi agar kebutuhan petani bisa terbantu," kata Mentan Syahrul, dikutip siaran pers, Minggu, 3 April 2021.

    Ditambahkan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, distribusi pupuk bersubsidi menggunakan prinsip 6T atau 6 Tepat.

    "Prinsip distribusi pupuk subsidi yang diterapkan adalah 6T alias 6 Tepat, yaitu tepat jenis, tepat mutu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat waktu, tepat harga, dan tepat sasaran," katanya.

    Ditambahkan Sarwo Edhy, pupuk bersubsidi diharapkan bisa berdampak pada peningkatan produktivitas.

    "Juga meningkatkan produksi pangan dan komoditas pertanian, melindungi petani dari gejolak harga pupuk, mendorong penerapan pemupukan berimbang, juga memberikan jaminan ketersediaan pupuk," katanya. 

    Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menegaskan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayahnya.

    Ia menjelaskan, yang terjadi saat ini adalah adanya perubahan atau transisi mekanisme petani mendapatkan pupuk bersubsidi, yakni melalui kartu tani.

    "Jadi, regulasi pupuk ini diatur oleh Pemerintah Pusat. Untuk Jatim termasuk Kabupaten Malang diberi amanah tentang data petani melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (eRDKK),” katanya.

    Sedangkan yang ditugaskan membagi Kartu Tani di Kab Malang adalah BNI 46 dan distribusi pupuk dilakukan Pupuk Indonesia Holding Company.

    "Ini bukan kelangkaan, masalahnya belum semua petani memahami secara menyeluruh bagaimana alur penyaluran pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani,” katanya.

    Di samping itu, ia juga menegaskan penyaluran pupuk bersubsidi jelang musim tanam April-Mei 2021 berjalan dengan baik.

    "Kabupaten Malang tidak ada gejolak selama ini. Kami hanya menunggu proses masa panen saja, hal ini berkaitan dengan cuaca atau intensitas hujan yang tinggi,” kata Budiar.

    Budiar menegaskan penyerapan pupuk subsidi secara umum di Kabupaten Malang berjalan dengan baik.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id