Menhub Siap Dukung Pemulihan Sektor Pariwisata via Infrastruktur Transportasi

    Husen Miftahudin - 27 November 2020 09:45 WIB
    Menhub Siap Dukung Pemulihan Sektor Pariwisata via Infrastruktur Transportasi
    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. FOTO: MI/ARYA MANGGALA
    Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan kesiapannya untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata melalui pembangunan infrastruktur transportasi. Hal tersebut dilakukan guna penciptaan konektivitas ke destinasi pariwisata super prioritas.

    Budi mengatakan di kawasan lima Bali Baru Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan investasi pada pelabuhan, bandara, dan semua aktivitas. Bahkan tidak terbatas pada pembangunan tetapi juga bagaimana konektivitas terjadi di antara kota dengan obyek wisata, termasuk antara bandara dengan kota.

    "Dan ini harus kita lakukan bersama. Pendek kata, sektor pariwisata akan menjadi satu sasaran atau upaya kami mendukung upaya pemulihan ekonomi," tegas Budi, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 secara virtual dikutip Jumat, 27 November 2020.

    Budi menjelaskan pada masing-masing destinasi di kawasan lima Bali Baru akan disiapkan sistem dan fasilitas khusus untuk mengakomodasi turis-turis mancanegara yang menjadi konsumen potensial. Menurutnya ada karakter-karakter khusus yang dimiliki di kawasan lima Bali Baru.

    "Pertama bicara mengenai Sulawesi Utara, di sana ada satu potensi wisatawan dari Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, Korea. Secara sistematis, kami membuat fasilitas-fasilitas yang ada di Manado itu untuk mengakomodasi turis dari Jepang, Tiongkok, dan Korea. Sebaliknya, Kualanamu berada dekat dengan India, kita membuat fasilitas-fasilitas yang mengakomodasi turis dari India," imbuh dia.

    Selain itu, Menhub merencanakan akan membuat konektivitas langsung penerbangan internasional pada daerah yang dianggap memiliki potensi luar biasa seperti Labuan Bajo dan Yogyakarta. Menurutnya Labuan Bajo direncanakan akan terkoneksi langsung dengan Australia.  

    Sementara, Yogyakarta dapat menerima penerbangan langsung dari Eropa, Amerika, serta Australia. Tidak hanya transportasi udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan menyiapkan moda transportasi lain seperti kapal pesiar atau cruise serta seaplane, guna mendukung sektor pariwisata.

    "Untuk cruise sudah kami siapkan. Selain di Bali, kita juga persiapkan di Tanjung Mas, Labuan Bajo, dan Manado. Sedangkan di Danau Toba kita siapkan adanya seaplane. Sehingga seaplane akan menjangkau Danau Toba, Labuan Bajo, Laut Banda, dan juga bisa Menjangkau Manado," ungkap Budi.

    Ia menuturkan, dalam upaya mendukung pemulihan sektor pariwisata, Kemenhub perlu berkoordinasi dan melakukan sinergi dengan baik dengan kementerian dan lembaga teknis yang lain.

    "Ada hal yang perlu dikoordinasikan antara Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, serta kementerian teknis yang lain. Karena tanpa dukungan itu maka tidak mudah untuk melakukan kegiatan ini. Sehingga saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kemenparekraf, karena ini pasti memberikan suatu pengetahuan bagi semua insan pariwisata," urai dia.

    Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan tujuan dari penyelenggaraan acara ini agar masing-masing kementerian lembaga serta stakeholder terkait dapat saling berkoordinasi dan berkonsolidasi untuk memulihkan sektor pariwisata khususnya di Indonesia.

    "Rakornas dilangsungkan untuk mengkonsolidasikan stakeholder, kementerian/lembaga, serta pelaku parekraf dalam mempercepat atau mengakselerasi pemulihan sektor parekraf," paparnya.

    Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemulihan sektor pariwisata. Ia menyampaikan bahwa pada 2021 Kemenkeu sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15,1 triliun khusus untuk sektor pariwisata.

    Suahasil berharap, anggaran ini dapat dimanfaatkan oleh masing-masing kementerian atau lembaga dengan melakukan sinergi yang baik antarkementerian dan lembaga agar dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk 2021, khusus pariwisata dianggarkan sebesar Rp15,1 triliun dan berasal dari berbagai macam kementerian.

    "Yang sifatnya belanja kementerian/lembaga adalah Rp10 triliun, belanja non kementerian/lembaga hampir Rp1 triliun,  dan transfer dana ke desa adalah Rp4 triliun. Dengan ini kita coba terus cari sinergi yang baik, karena dengan demikian ini akan menjadi lompatan yang baik," tutup Suahasil.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id