Usia Cadangan Minyak Indonesia Tinggal Sembilan Tahun Lagi

    Suci Sedya Utami - 03 Maret 2021 21:32 WIB
    Usia Cadangan Minyak Indonesia Tinggal Sembilan Tahun Lagi
    Ilustrasi pengeboran sumber minyak mentah dalam negeri - - Foto: Antara/ Zabur Karuru



    Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut usia cadangan minyak mentah di dalam negeri tidak akan bertahan lama tanpa adanya temuan-temuan baru. Bahkan sisa umur cadangan minyak RI tak genap sepuluh tahun lagi.

    "Sumber daya cadangan kalau enggak lakukan eksplorasi dan enggak menghasilkan output hanya tingga sembilan tahun," kata Arifin dalam diskusi daring Peta Jalan Menuju Ketahanan dan Percepatan Transisi Energi Nasional, Rabu, 3 Maret 2021.






    Ia mengatakan kebutuhan minyak di dalam negeri terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi Tahan Air. Apalagi kebutuhan BBM dalam 10 tahun mendatang akan membengkak menjadi dua juta barel per hari (bph). Sedangkan produksi minyak mentah saat ini di level 700 ribu bph.

    Sementara untuk gas bumi jika tidak dilakukan eksplorasi, maka usia cadangannya akan habis dalam 18 tahun. Padahal Indonesia memiliki sumber gas bumi melimpah yang bisa diupayakan agar lebih optimal dibanding dengan minyak.

    Mantan Dubes Indonesia untuk Jepang ini menambahkan pemerintah akan terus mendorong kegiatan eksplorasi hulu migas nasional lebih masif. Ia menyebutkan Indonesia masih memiliki 128 cekungan migas yang bisa digarap dan berpotensi menghasilkan produksi.
     
    "Kita harapkan tidak sampai 2024 dengan eksplorasi maksimal apa yang ada di perut bumi bisa kita produksi untuk mendukung kebutuhan masyarakat kita," tutur dia.

    Selain migas, energi lainnya yang masih memiliki usia cadangan yang relatif panjang yakni batu bara. Ia bilang batu bara sebenarnya merupakan masa depan Indonesia. Hanya, komoditas tersebut memiliki banyak tekanan lantaran sejumlah negara mulai beralih meninggalkan pemanfaatan batu bara yang tidak ramah lingkungan.

    Adapun sumber daya batu bara cukup besar mencapai 150 miliar ton, sedangkan cadangannya 38 miliar ton dan produksinya 600 juta ton per tahun. Cadangan tersebut akan cukup digunakan untuk 60 tahun ke depan.

    "Teknologi makin berkembang, negara-negara ini mulai memikirkan produksi hidrogen untuk men-declare emisi. Teknologi carbone capture terus berkembang, meski sekarang masih mahal, tapi suatu saat akan bisa bantu pemafaatan batu bara kita," jelas Arifin.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id