KPC PEN

    UU Cipta Kerja Ubah Bisnis Koperasi Lebih Modern

    Gervin Nathaniel Purba - 15 Oktober 2020 17:05 WIB
    UU Cipta Kerja Ubah Bisnis Koperasi Lebih Modern
    Menkop UKM Teten Masduki dalam program Prime Time Metro TV
    Jakarta: Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tidak hanya mengatur kemudahan perizinan pembentukan koperasi. UU Cipta Kerja turut mengubah konsep bisnis koperasi menjadi lebih modern dengan pendekatan digitalisasi.

    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki memberikan contoh, koperasi kerap melakukan rapat anggota. Dalam skala nasional, rapat sulit terlaksana karena membutuhkan tanda tangan dari masing-masing anggota menggunakan tinta.

    "Sulit ketika koperasi memiliki skala nasional untuk mengatur rapat anggota, tanda tangan harus basah. Kami permudah lewat digitalisasi, sehingga rapat anggota bisa secara digital. Enggak harus tanda tangan basah, bisa tanda tangan print," ujar Teten, pada program Prime Time Metro TV, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Teten mengatakan kemudahan yang diberikan ini terlihat sederhana. Namun tujuan besarnya ingin membentuk sebuah ekosistem untuk mengembangkan koperasi Indonesia menjadi lebih maju.

    Dia membandingkan koperasi Indonesia dengan luar negeri. Di luar negeri, rata-rata koperasi berbentuk PT, sehingga ada kemudahan dalam melakukan transaksi. Melalui UU Cipta Kerja, pembentukan PT kian dipermudah.

    Dengan demikian, minat masyarakat kepada koperasi diharapkan semakin tinggi. Saat ini, minat masyarakat terhadap koperasi dan jumlah koperasi masih kecil.

    Menurut Teten, jumlah populasi orang Indonesia yang terlibat dalam koperasi hanya 8,4 persen. Angka tersebut separuh dari ukuran global yang rata-rata 16,3 persen.

    "Ini menjadi tantangan. Selain kemudahan perizinan, bagaimana mengembangan bisnis koperasi lebih efisien dan kompetitif agar koperasi menjadi pilihan rasional untuk masyarakat," kata mantan Kepala Staf Kepresidenan itu.

    Kemenkop UKM juga mendorong koperasi agar tidak sering mengadakan rapat. Koperasi juga didorong agar inovatif dalam mengembangkan bisnisnya. Lahirnya UU Cipta Kerja ini juga turut menata sistem manajemen koperasi lebih modern.

    "Koperasi memungkinkan orang kecil untuk bisa melakukan bisnis. Sementara korporasi, sekarang banyak juga model bisnis yang melibatkan investor kecil dan mendapatkan (hasil) cepat. Tidak seperti koperasi yang mendapatkan dari sisa hasil usaha tahunan. Tidak menarik lagi," kata Teten.

    Ditargetkan Mulai Berlaku November

    Teten menargetkan semua kemudahan yang ditujukan untuk koperasi dan UMKM sebagaimana yang telah diatur dalam UU Cipta Kerja dapat berlaku pada November. Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan peraturan pelaksana.

    "Kami targetkan PP sudah selesai November. Kami juga akan melibatkan para stakeholder. Termasuk pelaku usaha, asosiasi, pengamat, UMKM, koperasi, dan daerah. Daerah itu penting karena harus diselaraskan UU Cipta Kerja dengan Perda," kata dia.

    November dinilai sebagai waktu yang ideal. Sebab, kementerian dan lembaga sudah mengajukan kebutuhan pengadaan di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk Januari tahun depan.

    "Belanja kementerian dan lembaga harus ada komponen 40 persen UMKM. Diharapkan (sebelum November), UMKM sudah menyiapkan produk untuk pemasok barang dan jasa pemerintah," tuturnya.

    Target tersebut diyakini tidak akan melenceng, meskipun UU Cipta Kerja diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk dilakukan uji materi (judicial review/JR). "Berdasarkan pengalaman sebelumnya, perbaikan hanya parsial," ujar Teten.

    Dia juga optimistis tidak ada perubahan mendasar pada berbagai pasal UU Cipta Kerja di klaster UMKM dan koperasi. Kata Teten, sejauh ini respons para pelaku UMKM dan koperasi terhadap UU Cipta Kerja sangat positif.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id