PGN Usulkan Insentif Harga Gas untuk Konsumen Rumah Tangga

    Suci Sedya Utami - 27 Januari 2021 21:19 WIB
    PGN Usulkan Insentif Harga Gas untuk Konsumen Rumah Tangga
    Ilustrasi. Foto: Dok.Kementerian ESDM
    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif harga gas bumi bagi pelanggan golongan rumah tangga melalui program 'PGN Sayang Ibu'.

    Insentif yang dimaksudkan yakni agar PGN mendapatkan harga beli gas di sisi hulu lebih murah dari yang saat ini berlaku. Sehingga nantinya akan berdampak pada harga jual yang diterima pelanggan rumah tangga.

    Sebelumnya insentif telah diberikan pada PGN untuk membeli gas di hulu dengan harga USD4 per million british thermal unit (mmbtu), sehingga dampaknya konsumen industri di hilir saat ini bisa merasakan harga gas sebesar USD6 per mmbtu dari sebelumnya sekitar USD9 per mmbtu.

    "Kami harapkan untuk program PGN Sayang Ibu (ada) penurunan harga gas di hulu. Karena di sektor industri tertentu saja (kami membeli di hulu) USD4 per mmbtu," kata Direktur Utama PGN Suko Hartono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu, 27 Januari 2021.

    Saat ini harga jual gas dari hulu untuk pelanggan rumah tangga sebesar USD4,27 per mmbtu. Suko mengusulkan agar harga beli PGN di hulu menjadi USD 2 per mmbtu.

    Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Sartono juga mendukung penurunan harga gas untuk pelanggan rumah tangga melalui program tersebut. Menurut dirinya, penurunan harga akan berdampak langsung bagi masyarakat, apalagi tengah situasi pandemi saat ini.

    “Kalau melihat program Sayang Ibu, itu sangat menarik. Akan bisa menghemat dan dalam situasi ekonomi yang berat saat ini bisa meringankan beban," tutur Sartono.

    Penurunan harga juga akan berdampak positif bagi program jaringan gas (jargas) kota atau rumah tangga. PGN menargetkan penambahan konsumen rumah setiap tahunnya. Pada 2021 ditargetkan mencapai 230.776 sambungan rumah tangga (SR), 2022 bertambah sebanyak 1,2 juta SR, 2023 bertambah sebanyak hingga 1,2 juta, dan pada 2024 bertambah sebanyak 1,2 juta SR.

    Hingga 2024, PGN menargetkan dapat membangun sekitar 1,2 juta sambungan rumah tangga dengan pendanaan berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan investasi internal PGN.

    Suko juga meminta agar pemerintah dapat memberikan relaksasi berupa take or pay pasokan gas dari hulu. Mengingat terjadi penurunan permintaan gas.

    Kemudian ia juga meminta pemberian kompensasi secara cash khususnya untuk BUMN penerima penugasan sebagaimana diatur dalam pasal 66 UU BUMN pasal 120 UU Cipta Kerja.

    "Sedang kami diskusikan dengan BUMN dan kementerian teknis," pungkas Suko.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id