Perkembangan Teknologi Berperan Besar Dorong Pertumbuhan Ekonomi

    Angga Bratadharma - 13 Oktober 2020 08:45 WIB
    Perkembangan Teknologi Berperan Besar Dorong Pertumbuhan Ekonomi
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Perkembangan teknologi memegang peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam mengembangkan usaha atau bisnis yang sudah ada, meskipun di tengah situasi pandemi. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat dalam berbelanja secara daring.

    Berangkat dari hal itu, penyedia layanan hukum digital juga harus mampu memberikan layanan yang terpercaya, mudah, dan terjangkau bagi publik agar perkembangan teknologi benar-benar maksimal mendorong pertumbuhan ekonomi. Masyarakat yang melek hukum dapat berdampak positif pada berbagai sektor, salah satunya adalah sektor perekonomian.

    "Saat ini pemerintah sudah membuat metode pendaftaran satu pintu untuk perizinan usaha dengan Online Single Submission (OSS) melalui Lembaga OSS,” ujar CEO kontrakhukum.com Rieke Caroline, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Namun, lanjutnya, informasi dan edukasi yang kurang merata menyebabkan menumpuknya antrean pendaftaran OSS di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Padahal, dengan adanya sistem online tersebut, pendaftaran perizinan usaha seharusnya lebih cepat dan efisien.

    Dengan kata lain, antusiasme tersebut masih menemui berbagai kendala, misalnya, durasi yang lama untuk pengurusan izin usaha.  Idealnya, tambah Rieke, layanan hukum harus tersedia dengan mudah dan terjangkau untuk semua orang. Di sini seharusnya para penyedia layanan hukum berperan untuk mewujudkan hal tersebut.

    "Seharusnya informasi dan edukasi hukum dapat diakses oleh semua orang dengan mudah sebagai bekal dalam pembuatan usaha dan dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada saat ini, serta menyadarkan bahwa legalitas merupakan aspek dasar yang harus dipenuhi dalam membuat usaha baru," tegas Rieke.

    Perkembangan teknologi kian marak sekarang ini sebab Indonesia sudah memasuki era digital yang memudahkan akses berbagai informasi. Masyarakat juga semakin mudah untuk membuat usaha karena adanya e-commerce. Apalagi jumlah pelanggan e-commerce mengalami kenaikan 38,3 persen selama masa pandemi yang dimulai sejak Januari hingga Juli 2020.

    "Jadi tidak ada lagi pelaku usaha yang minim akses informasi hukumnya, abai terhadap pajak, tidak mengantongi izin usaha, dan tidak memiliki hak merek sehingga dapat menyebabkan kerugian besar bagi bisnisnya," tuturnya.

    Sementara itu, era baru yakni transformasi digital harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin demi hajat orang banyak, termasuk perekonomian secara nasional. Bahkan, Indonesia harus mampu memanfaatkan ekonomi digital guna meningkatkan daya saing di tengah sengitnya persaingan di era globalisasi sekarang ini.
     
    "Era baru di mana transformasi digital harus bisa kita lakukan dengan cepat, harus bisa kita lakukan dengan baik, dan harus bisa mengantar kita sebagai bangsa yang memanfaatkan ekonomi digital di masa yang akan datang ini dengan baik," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate.
     
    Direktur jenderal SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail mengatakan pandemi covid-19 mempercepat tahapan transformasi digital di Indonesia. Menurut Ismail setiap proses transformasi digital itu selalu terjadi dalam tiga tahap.

    "Mengapa ini bisa terjadi? Karena transformasi digital itu dipercepat. Proses transformasi digital itu berangkat dari pertama dalam proses digitasi," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id