Komisi VII Janji Bahas Revisi UU Migas Pertengahan 2021

    Suci Sedya Utami - 13 November 2020 13:22 WIB
    Komisi VII Janji Bahas Revisi UU Migas Pertengahan 2021
    Ilustrasi pembahasan RUU Migas - - Foto: Grafis Medcom
    Jakarta: Komisi VII DPR-RI menjanjikan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) akan dilakukan pada pertengahan 2021.

    Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto mengaku akan segera berkirim surat ke Badan Legislasi (Baleg) DPR) untuk membahas dan menuntaskan revisi UU tersebut. Pembahasan revisi beleid tersebut nantinya dilakukan secara simultan dengan pembahasan UU tentang Energi Baru Terbarukan (EBT).

    "InsyaAllah pertengahan tahun depan 2021 sudah masuk UU Migas dengan mekanisme yang sama sedang kita jalankan, dan InsyaAllah di kepemimpinan baru sudah selesai. Saya punya cita-cita itu target itu selesai UU EBT dan UU Migas," kata Sugeng dalam webinar Bimasena Energy Dialogue, Jumat, 13 November 2020.

    Sugeng menjelaskan pembahasan revisi UU Migas sangat penting dalam mengatur pengelolaan gas bumi nasional yang potensinya masih sangat besar.

    Revisi UU Migas, lanjut dia, sebenarnya masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2020 bersama RUU EBT dan revisi UU Minerba. Dari tiga UU tersebut, revisi UU Minerba yang terlebih dahulu sudah selesai dibahas dan disahkan.

    Adapun revisi UU Migas tersebut tak kunjung dibahas lantaran pemerintah belum menyerahkan usulan daftar inventarisasi masalah (DIM). Hal ini dikarenakan pemerintah tengah fokus pada Rancangan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

    "Pemerintah belum menyerahkan usulan DIM," ungkap dia.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan pemerintah sibuk mengebut omnibus law Cipta Kerja lantaran nantinya revisi UU Migas akan disinkronisasi dengan UU sapu jagat itu.

    Menurutnya RUU Migas akan menciptakan multiplier effect yang berdampak pada masyarakat luas, selain penerimaan negara dalam bentuk devisa.

    Kemudian mendorong kegiatan eksplorasi agar bisa dilakukan secara masif. Apalagi dalam 10-30 tahun terakhir kegiatan eksplorasi tidak menghasilkan penemuan-penemuan cadangan migas yang besar (giant discovery).
     
    "Diharapkan revisi UU Migas ini nantinya menjadi dasar agar eksplorasi dibuat lebih menarik," jelas Ego.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id