Bos PTBA Akui 100 Tahun Menambang dan Sumbang Polusi

    Suci Sedya Utami - 21 Oktober 2020 15:47 WIB
    Bos PTBA Akui 100 Tahun Menambang dan Sumbang Polusi
    Ilustrasi tambang batu bara. Foto: AFP
    Jakarta: Direktur Utama PT Bukit Asam (Persero) atau PTBA Arviyan Arifin mengakui bahwa selama beroperasi sebagai perusahaan pertambangan batu bara di dalam negeri tidak memberikan nilai tambah.

    Arviyan mengatakan aktivitas penambangan di PTBA telah dilakukan sejak 100 tahun lalu, sejak Belanda masih berkuasa di Indonesia. Sepanjang itu, yang dilakukan perusahaan hanya mengeruk sumber daya alam batu bara di dalam negeri tanpa diproses.

    Dirinya mengatakan batu bara yang dikeruk dari perut bumi langsung dibakar di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk menghasilkan listrik yang menimbulkan polusi udara.

    "PTBA kan sudah 100 tahun menambang. Itu langsung dipakai, dibakar di PLTU yang menimbulkan polusi tinggi, efek global warming dan tidak ada nilai tambah. Hanya menggali, mengangkut, menjual, dan selesai," kata Arviyan dalam Tempo Energy Day, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Produksi batu bara di dalam negeri selama ini memang sebagian langsung digunakan untuk pembangkit dan mayoritas diekspor tanpa diproses untuk menciptakan nilai tambah. Hal ini pun disadari perusahaan.

    Kini, PTBA mulai beralih untuk melakukan hilirisasi batu bara sesuai dengan kebijakan pemerintah. Hilirisasi pada batu bara nantinya akan menjadi dimetil eter (DME) sebagai bahan baku LPG.

    Perusahaan pelat merah ini pun telah menjajaki kerja sama dengan perusahaan asing dan akan mulai melakukan rekayasa pengadaan serta konstruksi (EPC) tahun depan.

    "Apabila ini berhasil, kita bisa lakukan hilirisasi lebih jauh lagi. Sebab di Tiongkok, produk ini bisa diturunkan untuk avtur dan produk petrokimia untuk kurangi impor minyak ya," pungkas dia.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id