Pemerintah Kembangkan Kemitraan untuk Ekosistem Rantai Pasok Produk Hortikultura

    Eko Nordiansyah - 11 Februari 2021 15:56 WIB
    Pemerintah Kembangkan Kemitraan untuk Ekosistem Rantai Pasok Produk Hortikultura
    Ilustrasi produk hortikultura - - Foto: Antara/ M Iqbal



    Jakarta: Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian mengembangkan kemitraan close loop produk hortikultura untuk mengatasi kesenjangan antara produksi dan pemasaran. Upaya ini dilakukan untuk membantu komoditas hortikultura yang masih sering menghadapi persoalan mismatch.

    Langkah ini dilakukan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Kemitraan Closed Loop Hortikultura di Kabupaten Sukabumi. Melalui upaya ini, pemerintah ingin mendukung berbagai inisiatif kolaboratif seperti inklusif closed loop yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, hingga off taker.

     



    "Pengembangan kemitraan closed loop hortikultura dimaksudkan untuk membangun ekosistem rantai pasok dan rantai nilai dari hulu sampai dengan hilir yang terintegrasi dan bersifat end to end model," kata Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud dalam keterangan resminya, Kamis, 11 Februari 2021.

    Melalui kemitraan ini, ia menambahkan, para petani akan diajarkan budidaya sesuai good agricultural practices dengan memperhatikan pola tanam, pola panen, penanganan pasca panen hingga distribusi dan pemasaran sehingga akhirnya bisa menghasilkan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

    Pada tahap awal, pemerintah akan melakukan  pengembangan komoditas hortikultura melalui pola kerja sama kemitraan dengan para petani dan para stakeholders. Terdapat 14 pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan kemitraan closed loop di Kabupaten Sukabumi.

    Nantinya program pengembangan kemitraan closed loop ini menjadi program prioritas nasional dengan skala yang lebih besar, lahan yang lebih luas, dan melibatkan lebih banyak petani. Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, program closed loop ini diharapkan mampu melibatkan dua juta petani swadaya pada 2023.

    "Semoga melalui Nota Kesepahaman ini, kita dapat mengoptimalisasi manajemen produksi dan pemasaran hasil komoditi hortikultura melalui model closed loop di Kabupaten Sukabumi yang diharapkan dapat berhasil dengan baik seperti kemitraan closed loop di Kabupaten Garut. Keberhasilan dari kedua model kemitraan closed loop ini akan menjadi success story yang dapat direplikasi pada pengembangan bisnis hortikultura di wilayah lain di Indonesia," pungkasnya. 


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id