Jokowi Akui Indonesia Masih Tertinggal Menangkap Peluang Ekspor

    Annisa ayu artanti - 04 Desember 2020 16:16 WIB
    Jokowi Akui Indonesia Masih Tertinggal Menangkap Peluang Ekspor
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain dalam menangkap peluang ekspor.

    Ia menyebut, salah satu contohnya peluang ekspor kopi. Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara produsen kopi, namun ternyata masih kalah dibandingkan Brasil, Vietnam, Swiss, Jerman, dan Kolombia dalam mengekspor biji hitam tersebut.

    "Kita juga masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor," kata Jokowi dalam acara Pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 secara virtual, Jumat, 4 Desember 2020.

    Jokowi pun membeberkan untuk kinerja ekspor kopi Indonesia masih jauh tertinggal dengan negara tetangga, yakni Vietnam. Nilai ekspor kopi Vietnam tercatat  mencapai USD2,22 miliar pada 2019, sedangkan kinerja ekspor kopi Indonesia pada 2019 berada di angka USD883,12 juta.

    Tak hanya kopi, Jokowi menambahkan Indonesia juga masih juga kalah saing dalam menggaet peluang ekspor garmen. Indonesia tercatat menjadi negara pengekspor garmen ke-22 terbesar di dunia.

    Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, dalam mengekspor furnitur Indonesia masih tertinggal meski Indonesia tercatat sebagai eksportir kayu ringan.

    "Tapi menjadi eksportir home decor ke-19 terbesar di dunia. Bahkan kita kalah dengan Vietnam dan kita hanya di peringkat ke-21 terbesar dunia dalam ekspor produk furnitur. Ekspornya juga masih di peringkat ke-13 dunia. Inilah fakta-fakta yang harus saya sampaikan," tuturnya.

    Kendati demikian, Indonesia tidak boleh pesimistis. Sebab, katanya, pemerintah telah melakukan serangkaian upaya dalam rangka pembenahan reformasi.

    "Satu per satu persoalan yang menghambat kinerja ekspor kita cermati, kita carikan solusinya. Regulasi yang rumit, saya sudah sampaikan bolak-balik segera kita sederhanakan. Prosedur birokrasi yang menghambat juga saya sampaikan berkali-kali segera dipangkas," pungkasnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id