Banyuwangi Peroleh Jatah Pupuk Urea Bersubsidi 60.623 Ton

    Antara - 31 Maret 2021 12:42 WIB
    Banyuwangi Peroleh Jatah Pupuk Urea Bersubsidi 60.623 Ton
    Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.



    Surabaya: Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memperoleh jatah pupuk urea bersubsidi sebanyak 60.623 ton untuk 2021, atau lebih banyak dibanding kuota yang diterima pada 2020 sebanyak 49 ribu ton.

    "Alhamdulillah, kami memperoleh tambahan jatah pupuk urea bersubsidi menjadi 66.623 ton dan pupuk SP-36 sebanyak 21.505 ton. Terkait pupuk bersubsidi mendapatkan tambahan rata-rata (beberapa jenis pupuk) 11 ribu ton tahun ini," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Arief Setyawan, dikutip dari Antara, Rabu, 31 Maret 2021.






    Syarat petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi harus masuk dalam e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok secara elektronik) yang disusun oleh kelompok tani dengan didampingi petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di lokasi masing-masing.

    Dengan memperoleh jatah pupuk urea bersubsidi sebanyak 66.623 ton, kata dia, para petani juga harus banyak bersyukur karena pemerintah menambah jatah pupuk bersubsidi dibanding tahun sebelumnya.

    Menurut Arief, memasuki masa tanam pada April, pemerintah daerah setempat telah mempersiapkan kebutuhan petani, termasuk penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.

    "Berapapun tambahan pupuk bersubsidi tidak akan pernah cukup, pasti selalu kurang. Mengapa? Karena ketika ditambah jumlahnya, masyarakat pasti membeli dengan jumlah banyak, meskipun sudah ada aturan setiap petani hanya dijatah untuk dua hektare (jika lebih pakai pupuk nonsubsidi)," ucapnya.

    Oleh karena itu, kata dia, Kabupaten Banyuwangi saat ini telah membuat terobosan, yakni program Agro Solution. Dengan program tersebut, petani mendapatkan pendampingan mulai dari pembenihan, olah lahan, pupuk, hingga panen dan pascapanen.

    "Jadi, program Agro Solution adalah bagaimana petani tidak lagi menggunakan pupuk bersubsidi, tapi petani akan dibiayai oleh perbankan (KUR), juga asuransi. Yang jadi percontohan program ini luasan lahannya ada sekitar 350 hektare," katanya.

    Ke depan pihaknya menargetkan lahan pertanian di satu kecamatan tidak lagi menggunakan pupuk bersubsidi.

    "Sampai hari ini proyek percontohan program Agro Solution sebagian sudah berjalan, karena program ini yang memulai adalah Banyuwangi," tuturnya.

    Arief menambahkan untuk luas tanam pada April 2021 ditargetkan 5.982 hektare tanaman padi, 4.535 hektare jagung, dan 562 hektare kedelai.

    "Secara keseluruhan luas tanam khususnya padi untuk 2021 kami targetkan luasannya menjadi 120.182 hektare," katanya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id