Pastikan Kasus Antigen Bekas Tak Terulang, Ini 5 Perbaikan Kimia Farma Diagnostika

    Suci Sedya Utami - 17 Mei 2021 13:14 WIB
    Pastikan Kasus Antigen Bekas Tak Terulang, Ini 5 Perbaikan Kimia Farma Diagnostika
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: PT Kimia Farma Diagnostika (KDF) melakukan pembenahan internal sebagai upaya dalam memperbaiki citra setelah kasus alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan.

    Saat ini, klinik dan laboratorium PT Kimia Farma Diagnostika melakukan beberapa model perbaikan. Pertama, restrukturisasi organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan.

     



    Kedua, penguatan sistem layanan dan supporting dengan mengedepankan aplikasi digital dan cashless. Ketiga, pengawasan berupa inspeksi mendadak (sidak) dari pihak ketiga, seperti dinas kesehatan, aparat kepolisian, dinas lingkungan hidup, dinas kelautan, dan instansi lainnya.

    Beberapa branch manager KFD yang sudah disidak antara lain Kota Bandung oleh dinas kesehatan setempat. Dinas Kesehatan Kota Bandung memeriksa SOP dan legalitas laboratorium dan klinik KFD. Branch Manager KFD di Kota Batam disidak oleh Polda Kepulauan Riau. Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Majalengka juga melakukan sidak terhadap klinik dan laboratorium KFD di wilayah itu.

    Adapun, sidak terhadap klinik dan laboratorium KFD di Bengkulu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat.

    "Ke depan, kami berkomitmen untuk selalu memperbaiki layanan kami bagi publik," ujar Plt Direktur Utama KFD Agus Chandra dalam keterangan resmi, Senin, 17 Mei 2021.

    Keempat, sistem pengawasan internal (SPI) yang akan digelar ke seluruh wilayah Indonesia. Kelima, penempatan petugas pengawas mutu di setiap branch manager dan outlet KFD.

    "Kami ingin memastikan ada atau tidak adanya pelanggaran dan kesiapan kita terkait SOP. Alhamdulillah untuk pengawasan di beberapa outlet, tidak ditemukan pelanggaran dan penyelewengan, seluruhnya sudah berjalan sesuai dengan SOP," kata Agus.

    KFD juga memastikan setiap branch manager dan outlet memiliki petugas pengawas mutu. Agus bilang selama ini pengawas mutu dirangkap oleh bagian operasional.

    "Sekarang kami memerintahkan branch manager untuk membentuk tim pengawas yang terpisah sebagai bagian dari check and balance," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id