Berkat Vaksinasi dan PPKM Mikro, Ekonomi RI Kini Mulai Bangkit

    Husen Miftahudin - 06 April 2021 17:16 WIB
    Berkat Vaksinasi dan PPKM Mikro, Ekonomi RI Kini Mulai Bangkit
    Ekonomi Indonesia. Foto : MI.



    Jakarta: Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai kondisi Indonesia saat ini mulai bangkit dari keterpurukan akibat covid-19. Hal ini berkat efektivitas program vaksinasi dan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

    "Masyarakat sudah kembali bekerja, bansos tunai telah dihentikan, konsumsi masyarakat sudah menggeliat, infrastruktur sudah mulai berjalan. Ini merupakan tanda-tanda pemulihan sudah mulai berjalan," ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Selasa, 6 April 2021.






    Ibrahim menerangkan bahwa kontraksi perekonomian terdalam di Indonesia terjadi pada kuartal II-2020. Ekonomi pada kuartal tersebut minus hingga 5,32 persen. Hal tersebut merupakan kontraksi ekonomi terdalam yang dialami Indonesia sejak krisis pada 1997-1998 silam.

    "Adapun kontraksi yang terjadi di Indonesia disebabkan pembatasan sosial yang dilakukan pada saat itu. Ini menyebabkan aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat terhenti karena diharuskan menjaga jarak dan bekerja dari rumah," ucap dia.

    Ibrahim mengakui bahwa pandemi covid-19 menjadi musuh terbesar dunia. Dampak dari pandemi ini merupakan mimpi buruk bagi seluruh negara, termasuk Indonesia. Nahasnya, pandemi covid-19 yang muncul sejak tahun lalu menjadikan sepanjang 2020 sebagai tahun terburuk bagi Indonesia dan semua negara di dunia.

    "Kondisi seperti ini belum pernah dialami oleh siapapun yang masih hidup dan ini merupakan tragedi yang luar biasa. Ini perlu menjadi renungan bagi semua negara di dunia agar covid-19 ke depannya tidak ada lagi dan tragedi ini yang pertama dan terakhir di bumi ini," harap dia.

    Hingga saat ini, ada total 170 negara di dunia yang mengalami kontraksi ekonomi akibat pandemi covid-19. Artinya, sebut Ibrahim, covid-19 ini tidak pandang bulu dan menyerang semua negara, baik negara maju maupun berkembang.

    Bahkan, negara maju seperti Amerika Serikat (AS) pun ikut terkontraksi dalam perekonomiannya. Juga kenaikan rasio utang hingga double digit. Begitu juga dengan negara Eropa yang semuanya mengalami kontraksi.

    "Bahkan sampai saat ini negara-negara di Eropa masih melakukan lockdown akibat ditemukan varian baru dari covid-19," kata Ibrahim.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id