Petani di Kulonprogo Diminta Tunda Jual Beras hingga Harga Bagus

    Antara - 05 Oktober 2021 21:04 WIB
    Petani di Kulonprogo Diminta Tunda Jual Beras hingga Harga Bagus
    Ilustrasi. Foto: Medcom/Kuntoro Ayubi



    DI. Yogyakarta: Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau kepada petani untuk menunda jual beras sampai harga bagus, karena harga di pasar saat ini masih rendah yaitu pada kisaran Rp6.000 per kilogram.

    "Kami berharap dengan kondisi harga beras atau gabah di tingkat petani yang rendah, sebaiknya tunda jual terlebih dahulu. Jangan sampai merugi dan tidak seimbang dengan biaya yang dikeluarkan untuk produksi," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugraha di Kulon Progo, Selasa.dilansir Antara, Selasa, 5 Oktober 2021.

     



    Aris mengatakan di beberapa desa yang memiliki lumbung pangan, petani bisa menyimpang gabahnya di lumbung pangan.

    "Nanti kalau kondisi normal, baru dijual. Saat ini, kondisi tidak normal. Semoga pandemi covid-19 ini dapat segera teratasi, dan kondisi kembali normal. Gabah yang disimpan di lumbung pangan bisa diijual sesuai kebutuhan, sisanya untuk stok mencukupi kebutuhan pangan keluarga," imbuhnya.

    Aris mengatakan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan gabungan kelompok tani di wilayah untuk sebanyak-banyaknya menyerap gabah dan beras dari anggotanya untuk kebutuhan BNPT dan ASN.

    "Kami optimalkan penyerapan gabah dan beras melalui gabungan kelompok tani, dengan harapan harga tetap tinggi. Selain itu, gabah atau beras tersebut bisa untuk cadangan di gudang gapoktan," katanya.

    Dia mengatakan kebutuhan beras untuk BPNT dan ASN setiap bulan berkisar 480 ton, belum termasuk beras ASN. Untuk penyerapan beras ke petani, Dispertan Kulon Progo membuka keran sebanyak-banyaknya gapoktan yang siap mensuplai e-Warong penyalur BPNT.

    Salah satu petani di Kecamatan Sentolo, Martiyem mengaku kesulitan menjual beras dari hasil panenan pada awal 2021 atau panenan pada Februari. Di penggilangan padi, tidak membeli panenan lama, yang dibeli hanya beras hasil panen terbaru.

    "Saya menjual beras ini untuk menebus pupuk subsidi untuk persiapan masa tanam Oktober ini. Kalau beras tidak laku, kami harus membeli pupuk dan membayar traktor dengan uang dari mana," keluhnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id