Di KTT COP26, PLN Paparkan Strategi Dekarbonisasi RI ke Dunia

    Nia Deviyana - 02 November 2021 12:22 WIB
    Di KTT COP26, PLN Paparkan Strategi Dekarbonisasi RI ke Dunia
    Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 di Glasgow - - Foto: dok PLN



    Jakarta: PT PLN (Persero) memiliki sejumlah strategi dalam mengejar target dekarbonisasi seiring dengan proyeksi energi nasional. Apalagi perusahaan setrum negara ini memiliki peran penting dalam menggerakkan energi hijau di Indonesia.

    Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menjelaskan proyek energi nasional menggunakan skenario business as usual (BAU) yang akan berkontribusi empat miliar ton CO2 per tahun pada 2060 sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, PLN menghentikan pembangunan serta mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) existing secara bertahap.

     



    "Berdasarkan peta jalan, PLN akan mempensiunkan PLTU subcritical sebesar 10 gigawatt (GW) pada 2035. Kemudian PLTU supercritical sebesar 10 GW juga akan dipensiunkan pada 2045. Tahap terakhir pada 2055, PLTU ultra super critical 55 GW dipensiunkan," papar Zulkifli dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) COP26 di Glasgow, Skotlandia, dikutip Medcom.id, Selasa, 2 November 2021.

    Pada saat bersamaan, lanjut Zulkifli, PLN akan berinvestasi besar-besaran untuk mempercepat peningkatan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan (EBT) hingga 20,9 GW, serta pengembangan teknologi penyimpanan listrik dalam bentuk baterai berukuran besar hingga teknologi penangkapan karbon dan hidrogen.

    Program lain yang disiapkan PLN untuk mendukung transisi energi yaitu ekspansi gas, program co-firing, konversi PLTD ke EBT, hingga peningkatan efisiensi energi dan pengurangan susut jaringan.

    "Pada 2060, lebih dari setengah pembangkit kami akan berasal dari energi baru terbarukan dan seluruh PLTU telah digantikan," paparnya.

    Zulkifli menyebutkan, setidaknya PLN membutuhkan investasi lebih dari USD500 miliar untuk mendukung pencapaian carbon neutral pada 2060.  

    4 upaya PLN akselerasi carbon neutral 2060:

    1. Penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan.
    2. Investasi skala besar.
    3. Penerapan teknologi dalam skala besar.
    4. Investasi pelanggan untuk beralih menggunakan peralatan rendah karbon.

    Dengan begitu, pengembangan bisnis dan kampanye electrifying lifestyle perlu lebih digaungkan seperti penggunaan kompor listrik, kendaraan listrik, PLTS atap, dan perdagangan emisi.

    "Kita tidak bisa melakukan ini sendirian. Kami membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan," ungkapnya.

    Di tengah upaya menekan emisi karbon, PLN juga memiliki beberapa pendekatan untuk memastikan bisnis ketenagalistrikan yang berkelanjutan, di antaranya memastikan operasional perusahaan ramping dan efisien, memberikan energi hijau untuk masa mendatang, dan menjadi perusahaan yang berfokus pada pelanggan dengan memberikan layanan yang andal serta terjangkau.  

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku optimistis Indonesia akan menjadi pemeran penting dalam penurunan emisi karbon dunia. Dalam perhelatan COP26 di Glasgow, Presiden Jokowi memastikan Indonesia dapat memenuhi komitmen pada 2030 di dalam Paris Agreement, yaitu pengurangan emisi sebesar 29 persen secara unconditional.

    "Indonesia telah mengadopsi Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050, serta road map yang detail untuk mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih awal," ujar Jokowi.

    Untuk bisa mempercepat target tersebut, Jokowi mengharapkan pendanaan adaptasi dari negara maju segera dipenuhi guna mempercepat upaya penanganan perubahan iklim.

    "Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menunjukkan langkah konkret dalam hal pengendalian iklim. Laju deforestasi kita saat ini yang paling rendah selama 20 tahun, tingkat kebakaran hutan berkurang 82 persen. Indonesia juga akan melakukan restorasi sebesar 64 ribu hektare lahan mangrove. Ini sangat penting karena mangrove menyimpan karbon 3-4 kali lebih besar dibandingkan lahan gambut," pungkasnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id