Giant Tumbang, Aprindo: Pemerintah Abai pada Retail Modern Selama Pandemi

    Annisa ayu artanti - 01 Juni 2021 18:45 WIB
    Giant Tumbang, Aprindo: Pemerintah Abai pada Retail Modern Selama Pandemi
    Ilustrasi. Foto: MI/Yuniar



    Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menilai pemerintah masih mengabaikan industri retail modern sehingga pandemi covid-19 menyebabkan banyak retail-retail besar tutup.

    Setelah Matahari, Centro, Gramedia, Golden Truly menutup toko-tokonya yang terdekat, pada Juli 2021 PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan menutup seluruh gerai Giant yang dimilikinya.

     



    "Aprindo memandang dan menegaskan bahwa Aprindo sangat prihatin. Jadi satu prihatin dan berduka karena kondisi peretail modern harus seperti ini. Artinya apa? Sampai hari ini pemerintah masih melepaskan industri sektor retail modern menjadi sektor yang jalan sendiri, jalan dengan kekuatan sendiri," kata Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey dihubungi Medcom.id, Selasa, 1 Juni 2021.

    Roy menjelaskan, dalam dua bulan terakhir di saat konsumsi rumah tangga meningkat karena masyarakat banyak yang menerima THR, justru perusahaan-perusahaan retail besar tidak merasakan dampak positif yang signifikan.

    Hal Itu karena sektor tersebut belum menjadi perhatian pemerintah. Selama satu tahun terakhir pandemi telah memberikan dampak terlalu dalam bagi retail modern.

    "Sampai hari ini kita tidak menjadi sektor prioritas," ungkapnya.

    Ia pun memandang jika kondisi ini terus dibiarkan akan banyak lagi retail-retail modern yang tumbang. Tumbangnya retail-retail modern akan berdampak pada konsumsi masyarakat yang kemudian memberikan efek domino terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional.

    Roy menyebutkan perekonomian Indonesia masih bergantung pada konsumsi sekitar 57,6 persen hingga 60 persen. Jika konsumsi tergerus, maka target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi akan pupus.

    Lebih lanjut, Roy juga menggambarkan sektor retail modern perlu mendapatkan 'vaksin' agar bisa bertahan hidup. Vaksin tersebut di antaranya menjadikan sektor retail modern sebagai prioritas, diberikan restrukturisasi kredit komersial, dan diberikan relaksasi operasional seperti listrik.

    "Retail juga perlu divaksin, divaksin menjadi sektor prioritas supaya retail bisa imun, supaya retail modern bisa bertahan hidup," pungkasnya.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id