Wamendag Contohkan Makan di Warung Kurang dari 20 Menit

    Husen Miftahudin - 01 Agustus 2021 12:08 WIB
    Wamendag Contohkan Makan di Warung Kurang dari 20 Menit
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI



    Jakarta: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga meminta masyarakat untuk tidak mengobrol dan nongkrong setelah makan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ia melihat bahwa ternyata kultur makan di warung makan lebih banyak didominasi oleh berbincang dan nongkrong yang justru lebih lama dari waktu makan itu sendiri.

    "Mengingat masih dalam masa pandemi, saya berharap agar kebiasaan nongkrong berlama-lama di warung itu bisa ditinggalkan lebih dahulu," ujar Jerry saat makan di warteg, seperti dikutip dari keterangan resminya, Minggu, 1 Agustus 2021.

     



    Jerry menekan bahwa langkah pembatasan makan di warung makan merupakan jalan tengah dan formulasi terbaik dalam kondisi pandemi ini. Artinya, warung bisa tetap buka dan pelanggan bisa tetap makan di tempat.

    "Tetapi juga harus sadar bahwa waktunya harus sesingkat mungkin, dan jangan ngobrol. Karena saat ngobrol kemungkinan penyebaran virus sangat mungkin terjadi," tuturnya.

    Jerry mencoba langsung standar makan di warung yang ditetapkan pemerintah selama pemberlakuan PPKM. Sejak sepekan ini, pemerintah sudah mengizinkan warung makan bisa menerima pelanggan untuk makan di tempat, dengan syarat protokol kesehatan (prokes) ketat. Salah satunya dengan waktu makan hanya 20 menit.

    Ia makan di warteg dan warung makan Padang. Pada kesempatan itu, Jerry makan di sebuah warung di sekitar Stasiun Balapan, Solo. Hasilnya, ia mampu menyelesaikan makan dengan waktu 7 menit 38 detik.

    "Tadinya saya kira kalau kita makan itu lama. Ternyata setelah tadi dicoba makan bersama para staf cuma 7 menit 38 detik. Jadi terbukti bahwa jika kita taat prokes dan disiplin, waktu 20 menit itu sangat bisa diimplementasikan," tegas dia.

    Dengan penerapan protokol kesehatan dan masyarakat yang disiplin, Jerry berharap dampak covid-19 dalam perdagangan, khususnya di level perdagangan rakyat, bisa diminimalisasi. Selama ini pedagang kecil berpendapat bahwa pemerintah harus bisa melonggarkan aturan agar mereka bisa berdagang seperti biasa lantaran pendapatan mereka menjadi berkurang.

    Wamendag berpendapat, syarat agar perdagangan dan ekonomi masyarakat bisa terus berlangsung kuncinya hanya pada adaptasi di kondisi pandemi ini. Protokol kesehatan harus dipatuhi, sehingga secara kesehatan masyarakat juga bisa terus sehat dan beraktivitas.

    "Karena itu, mohon kerja sama dari semua pihak untuk bisa mendukung program dan standar-standar baru yang telah ditetapkan pemerintah. Kita harus memperkuat kerja sama, saling dukung. Pemerintah tentu mengutamakan kepentingan rakyat. Mudah-mudahan dengan itu, ekonomi tetap berjalan dan masyarakat bisa terus sehat," pungkas Jerry.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id