Ubah Citra Industri Pertambangan, Pemerintah Dorong Eksplorasi Logam Tanah Jarang

    Suci Sedya Utami - 15 September 2021 22:10 WIB
    Ubah Citra Industri Pertambangan, Pemerintah Dorong Eksplorasi Logam Tanah Jarang
    Ilustrasi industri logam - - Foto: dok AFP



    Jakarta: Direktur Jenderal Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengatakan industri pertambangan minerba kini tengah menuju arah energi yang bersih dan ramah lingkungan.

    Hal ini sesuai dengan komitmen kuat Indonesia dalam dokumen Paris Agreement. Sehingga Indonesia memiliki tanggung jawab moral terhadap komunitas global, termasuk pada industri minerba.

     



    "Artinya, ketika kita bicara mengenai mineral untuk energi bersih, itu adalah sebuah langkah yang sejalan dengan upaya kita untuk menghasilkan energi yang baru dari yang selama ini digunakan sebagai bahan baku energi," tutur Ridwan dalam keterangan resmi, Rabu, 15 September 2021.

    Mineral-mineral tersebut nantinya akan digunakan dalam banyak komponen dan industri, di antaranya untuk infrastruktur, trasnportasi publik, industri baterai, serta membangun infrastruktur energi baru dan terbarukan lainnya. Maka dari itu, diperlukan eksplorasi masif di tengah tantangan geografis yang dimiliki Indonesia.

    "Kita akan mendorong eksplorasi yang lebih masif untuk mendapatkan sumber-sumber bahan baku yang lebih baik, yang secara teoritik ada di Indonesia. Namun tantangan kita, sebagaimana saat kita mengekplorasi sumber-sumber mineral yang lain, dengan konfigurasi geologi di Indonesia, eksplorasi kita tidak bisa sepenuhnya meniru apa yang dilakukan oleh negara lain, sehingga kita belum melakukan pendalaman yang sesuai dengan konfigurasi Indonesia," ujar dia.

    Saat ini Indonesia telah memiliki jenis-jenis mineral kritis dan logam tanah jarang (LTJ) yang berpotensi untuk dikembangkan. Telah banyak diskusi dan diskursus yang dilakukan untuk mendorong pemanfaatan mineral-mineral kritis ini.

    Meski diakui Ridwan, hingga saat ini secara spesifik pemerintah belum memiliki rencana yang sangat khusus, termasuk regulasi pengembangan LTJ. Oleh karenanya diskusi dan diskursus tersebut bisa menjadi acuan untuk menyusun kerangka kerja besar itu, baik dalam konteks teknis maupun penyusunan regulasi.

    "Sehingga niat untuk mengubah paradigma industri pertambangan yang dikesankan tidak ramah lingkungan, menjadi industri yang ramah lingkungan, termasuk dalam konteks menghasilkan energi bersih. Kita sudah yakin pada konsep yang sudah berkembang, namun kita perlu menyusun kerangka kerja implementasi yang lebih nyata," jelas Ridwan.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id