comscore

LPEI Salurkan Penjaminan Pemerintah kepada Sektor Horeka di Bali

Eko Nordiansyah - 07 November 2021 16:06 WIB
LPEI Salurkan Penjaminan Pemerintah kepada Sektor Horeka di Bali
Ilustrasi sektor perhotelan. Foto : MI.
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank memberikan penjaminan pemerintah (Jaminah) kepada sektor hotel, restoran dan kafe (horeka) di Bali. Apalagi sektor pariwisata di Bali turun secara signifikan selama pandemi covid-19, dengan penurunan jumlah wisatawan mencapai 99,99 persen sepanjang Januari-September 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas mengatakan pandemi covid-19 yang melanda Indonesia sangat berdampak pada laju pertumbuhan sektor perekonomian, salah satunya yang terdampak signifikan adalah sektor pariwisata. Penurunan ini tentunya juga sangat berdampak terhadap penerimaan ekspor jasa Bali.
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, LPEI diberikan mandat untuk mendukung percepatan pemulihan sektor pariwisata sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Melalui PMK Nomor 32 tahun 2021, LPEI bersama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) sebagai penjamin atas pemberian tambahan Kredit Modal Kerja yang akan disalurkan perbankan kepada para pelaku usaha korporasi.

"Program penjaminan pemerintah ini juga diberikan kepada sektor pariwisata khususnya sektor hotel, restoran dan kafe. Coverage-nya dapat mencapai 80 persen. Program ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk mendukung pemulihan salah satu sektor yang paling terdampak pandemi covid-19," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 7 November 2021.

Pada kesempatan ini, LPEI memberikan sertifikat penjaminan pemerintah kepada Bank Mandiri, BNI, Bank Permata dan BPD Bali atas nama PT Griyabali Dwipa, PT Hotel Citra Rapi, PT Sixty Six Paradise Investasi, dan CV Santrian Beach Cottages. Program Jaminah ini memberikan akses fasilitas pembiayaan senilai Rp166,1 miliar kepada delapan hotel.

"Diperkirakan lebih dari empat ribu tenaga kerja akan terlibat dari program Jaminah di sektor pariwisata khususnya horeka," ungkapnya.

Gubernur Bali yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Tjok Bagus Pemayung mengapresiasi langkah LPEI dan pemerintah khususnya Kementerian Keuangan dalam memberikan stimulus bagi sektor pariwisata Bali yang sangat terdampak pandemi covid-19 selama lebih dari satu tahun terakhir ini.

"Kami berharap, program Jaminah dapat secara nyata mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata khususnya horeka di Bali dan dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Bali yang mayoritasnya menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber mata pencaharian," ujar dia.

Secara umum, realisasi Jamina hingga akhir Oktober 2021 mencapai Rp2,6 triliun untuk 17 sektor industri, antara lain otomotif, konstruksi, pertanian, jasa keuangan, perikanan, obat-obatan dan kosmetik, hotel, alas kaki, serta pertambangan. Dengan serapan tenaga kerja pada sektor tadi mencapai 61.129 orang.

Selain itu, LPEI juga telah bekerja sama dengan 29 bank dalam rangka realisasi penyaluran fasilitas Jaminah. Sementara Pefindo Biro Kredit juga dilibatkan untuk membantu proses assessment penyaluran fasilitas Jaminah ini.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id