Hadapi Korona, Mendag Bebaskan Izin Impor Produk Kesehatan

    Ilham wibowo - 25 Maret 2020 11:29 WIB
    Hadapi Korona, Mendag Bebaskan Izin Impor Produk Kesehatan
    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengambil kebijakan untuk membebaskan izin impor produk tertentu terkait kesehatan. Langkah ini ditujukan dalam menjaga ketersediaan alat kesehatan dan alat pelindung diri di tengah merebaknya virus korona covid-19.

    Implemetasi kebijakan tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedelapan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 87 M-DAG/PER/10/2015 Tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

    "Melalui Permendag ini, Kementerian Perdagangan melakukan relaksasi atau kemudahan impor produk tertentu, khususnya terkait importasi produk alat kesehatan dan alat pelindung diri. Produk-produk tersebut adalah masker, pakaian medis, sarung tangan, dan alat kesehatan lainnya," kata Agus, melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Maret 2020.

    Relaksasi impor yang diberikan adalah pengecualian atas satu-satunya persyaratan yang ada yaitu ketentuan Laporan Surveyor (LS) di negara asal atau pelabuhan muat, dan pembatasan pelabuhan masuk. Nantinya impor atas produk-produk tersebut tidak memerlukan perizinan apapun.

    Relaksasi ini akan diberikan sampai dengan 30 Juni 2020. Pengapalan produk-produk tertentu tersebut hanya perlu dibuktikan dengan Bill of Loading (B/L).

    "Dengan diterbitkannya Permendag ini, diharapkan dapat mempercepat masuknya alat-alat kesehatan yang dibutuhkan saat pandemi covid-19 ini sehingga ketersediaan alat tercukupi dan tidak terjadi kekurangan,” ujar Mendag.

    Permendag ini diterbitkan juga sebagai tindak lanjut diterbitkannya Keppres Nomor 9 Tahun 2020. Melalui Keppres tersebut, Presiden RI Joko Widodo menetapkan agar importasi barang yang digunakan untuk penanganan covid-19 mendapatkan perlakuan khusus dalam aturan impor.

    Agus menuturkan bahwa pihaknya juga sebelumnya telah mengeluarkan larangan ekspor masker, bahan baku ekspor, antiseptik, dan alat pelindung diri melalui Permendag 23 Tahun 2020 yang berlaku hingga 30 Juni 2020.

    “Ketersediaan alat kesehatan dan alat pelindung diri yang terjangkau di tengah pandemi Covid- 19 ini diyakini dapat mendukung upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus korona,” ucap Agus.

    Secara teknis, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan jenis-jenis barang yang dikecualikan dari ketentuan LS tersebut adalah:

    1. Preparat pewangi ruangan baik mengandung desinfektan maupun tidak;
    2. Kertas dan tisu, diresapi atau dilapisi dengan pewangi atau kosmetik;
    3. Produk antiseptik mengandung sabun maupun tidak;
    4. Stocking untuk penderita varises, dari serat sintetik;
    5. Pakaian pelindung medis;
    6. Pakaian yang digunakan untuk pelindung dari bahan kimia atau radiasi);
    7. Pakaian bedah;
    8. Examination gown terbuat dari serat buatan;
    9. Masker bedah;
    10. Masker lainnya dari bahan nonwoven, selain masker bedah;
    11. Termometer infra merah; dan
    12. Sanitary towel, tampon saniter, popok bayi dan barang semacam itu dari bahan selain tekstil, kertas atau pulp kertas untuk sekali.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id