Selamat! 100 Finalis FSI MMXX Berhak Ikuti Demoday

    Gervin Nathaniel Purba - 09 September 2020 08:54 WIB
    Selamat! 100 Finalis FSI MMXX Berhak Ikuti Demoday
    Kemenparekraf mengumumkan 100 finalis program FoodStartup Indonesia (FSI) MMXX berhak mengikuti Demoday
    Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengumumkan 100 finalis program FoodStartup Indonesia (FSI) MMXX berhak mengikuti Demoday yang akan digelar di Bali pada Oktober 2020. Pemilihan finalis berdasarkan proses kurasi oleh tim kurator yang memiliki kompetensi pada bidang kuliner selama tiga hari.

    FSI MMXX merupakan merupakan program yang diinisiasi bersama Ultra Indonesia dengan tujuan memberikan pendampingan dan akses pembiayaan kepada pelaku kuliner Tanah Air berbasis teknologi informasi.

    Secara demografi, 100 finalis FSI MMXX berasal dari 17 provinsi dengan dominasi berasal dari provinsi di Pulau Jawa. Lima provinsi terbanyak, yaitu Jawa Barat (22 finalis), Jawa Timur (19), DKI Jakarta (18), Banten (12), dan Jawa Tengah (9). Sementara, bila dilihat berdasarkan gender, perbandingan antara pria dan wanita 57:43.

    "Peserta Demoday berkesempatan mengikuti direct mentoring, business coaching, mendapat akses permodalan, sekaligus akses pemasaran. Bagi peserta FSI, pelaksanaan Demoday saat pandemi ini merupakan tahapan yang sangat dinantikan sebagai ajang unjuk diri untuk memperoleh peluang suntikan pendanaan,” ujar Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo.

    Pada kesempatan yang sama Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Hanifah Makarim menjelaskan situasi pandemi tidak saja berdampak pada jumlah peserta, namun juga mengubah komposisi jenis perusahaan yang lolos pada tahap Demoday.

    Bila pada empat tahun penyelenggaraan sebelumnya FSI lebih diminati jenis perusahaan food manufacture, tahun ini komposisinya hampir berimbang antara food manufacture dan food service yaitu 57 persen : 43 persen.

    Pada pelaksanaan FSI tahun ini, pengajuan pendanaan dari food service lebih besar dibanding food manufacture. Total pengajuan pendanaan dari food service sebesar Rp66,2 miliar. Sementara, food manufacture sejumlah Rp47,3 miliar.

    “Pada aspek jenis pendanaan yang dibutuhkan, panitia FSI MMXX mengidentifikasi ke dalam lima sumber yaitu bank, equity, fintech, profit sharing, dan lembaga pinjaman lainnya. Sumber pendanaan dari bank dan equity paling diminati oleh masing-masing perusahaan food manufacture dan food service,” kata Hanifah.

    Menparekraf/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengucapkan selamat kepada para finalis FSI MMXX. Melalui program akselerasi ini diharapkan banyak pelaku kuliner dapat bertahan dan melakukan terobosan merespons tantangan  yang ada.

    “Sektor ekonomi kreatif mempunyai potensi besar menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia ke depan. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang dikelola kementerian, subsektor kuliner menjadi salah-satu primadona pelaku usaha maupun konsumen," ujar Wishnutama.

    Data 2017, subsektor kuliner mampu memberikan kontribusi sebesar 41 persen dari total pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bahkan, sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar hingga 8,8 juta orang dan 5,5 juta pelaku industri kuliner hingga 2019.

    “Kami harap ini dapat membantu pelaku ekraf kuliner untuk bangkit dan produktif kembali, sehingga usaha kuliner mereka bisa berkembang dan potensi yang ada tergarap optimal,” ujarnya.

    Hasil pengumuman finalis dapat diakses di sini atau melalui media sosial FoodStartup Indonesia.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id