Airlangga: Pemda Jangan Berikan Kejutan Ketidakpastian

    Ilham wibowo - 13 September 2020 13:05 WIB
    Airlangga: Pemda Jangan Berikan Kejutan Ketidakpastian
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : MI.
    Jakarta: Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut kurangnya fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien terpapar covid-19 langsung direspons negatif sektor perekonomian utamanya pasar modal. Penerapan rem mendadak justru membuat sentimen negatif yang bisa memengaruhi kepercayaan pelaku pasar.

    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa status penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta hingga saat ini belum dicabut. Mikro manajemen perlu dibenahi dan diperkuat agar penularan wabah bisa dikendalikan.

    "Artinya kita perlu melakukan komunikasi publik yang tidak menimbulkan gejolak baik itu di masyarakat maupun katakanlah di dunia perekonomian yang rentan terhadap sentimen negatif," kata Airlangga di Program Crosscheck Medcom.id, Minggu, 13 September 2020.  

    Airlangga menjelaskan kondisi di pasar keuangan bisa cepat terpengaruh oleh sentimen yang ada. Selain capital outflow, stabilitas nilai tukar mata uang rupiah juga terganggu lantaran dipengaruhi faktor fundamental dan sentimental.

    "Sentimen ini dipicu ketidakpastian dan kepanikan, sehingga harapan kami kita tidak membuat kejutan hal yang sudah dilakukan, konteks itu saja," ucapnya.

    Menurut Airlangga, pasar keuangan sudah kembali ke jalur hijau dengan jaminan dari Pemerintah terkait tersedianya pelayanan kesehatan dan fasilitas RS. Anggaran yang disediakan untuk percepatan penanganan pandemi covid-19 juga sangat besar dan bisa segera disalurkan.  

    "Jangan sampai mengatakan sistem kesehatan kita tidak mampu, karena Pemerintah menyiapkan dana di sektor kesehatan Rp78 triliun dan dana itu masih tersedia dan setiap saat bisa deployed. Kemudian RS di Jakarta berjumlah 67 itu siap, bahkan kita sudah menyiapkan back up beberapa tower di RS wisma atlet untuk meningkatkan kapasitas," paparnya.

    Data statistik yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah tidak bisa diabaikan. Hingga saat ini, kata Airlangga, tingkat kesembuhan masyarakat yang terpapar covid-19 di DKI Jakarta sebesar 75,2 persen. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tingkat kesembuhan secara nasional sebesar 71,4 persen.

    "Angka korban kematian secara nasional 4,4 persen, sementara DKI Jakarta di bawah itu. Dengan penanganan yang ada kita tentu dorong juga kedisiplinan masyarakat," ujarnya.

    Disiplin ketat perlu diimplementasikan dalam penerapan protokol kesehatan. Kampanye menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan juga terus ditingkatkan.

    "Kemarin juga menegaskan kita akan melakukan operasi yustisia, akan lebih ketat lagi dari Pemerintah pusat untuk Kepolisian dan TNI AD mendisiplinkan masyarakat," tutur Airlangga. 


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id