Fasilitas SRG Bantu Nelayan Hadapi Pandemi

    Ilham wibowo - 25 Agustus 2020 10:40 WIB
    Fasilitas SRG Bantu Nelayan Hadapi Pandemi
    Ilustrasi. Foto: Antara/Oky Lukmansyah
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi meluncurkan program sistem resi gudang (SRG) ikan laut. Fasilitas ini untuk mendukung para nelayan serta UKM sektor perikanan yang terdampak pandemi covid-19.

    “Peluncuran SRG ikan laut diharapkan dapat menjadi instrumen manajemen stok, serta sumber pembiayaan dan pemberdayaan bagi para nelayan dan UKM di sektor perikanan. Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi Kementerian Perdagangan dengan KKP," ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melalui keterangan tertulisnya, Senin, 24 Agustus 2020.

    Agus mengatakan bahwa implementasi SRG dapat mengoptimalisasi penguatan pasar dalam negeri. Sistem distribusi yang baik dihrapkan dapat menunjang daya saing Indonesia di pasar dalam dan luar negeri, memperbaiki iklim investasi, pengendalian impor, stabilisasi harga komoditas pangan, dan perlindungan konsumen.

    “Kami berharap skema ini akan memberikan alternatif solusi bagi para nelayan menghadapi fluktuasi harga ikan. Selain itu, dalam menghadapi keterbatasan akses pembiayaan seperti yang telah diterapkan di sektor pertanian dan dimanfaatkan para petani komoditas pangan,” ungkap Agus.

    Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama menambahkan bahwa fasilitas SRG bisa dimanfaatkan untuk sarana permodalan melalui mekanisme tunda jual dan pengajuan kredit usaha rakyat.

    Saat ini, terdapat 18 komoditas yang bisa diresigudangkan, yaitu gabah, garam, beras, gambir, jagung, teh, kopi, kopra, kakao, timah, lada, bawang merah, karet, ikan, rumput laut, pala, rotan, dan ayam beku.

    “SRG berpotensi menjadi instrumen pengendalian harga dan pendukung peningkatan ekspor produk komoditas lokal Indonesia ke pasar global,” paparnya.

    Menurut Sidharta, dukungan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan SRG secara nasional masih sangat diperlukan. Tujuan SRG yang lebih besar perlu dicapai yaitu pemberdayaan pelaku UKM, peningkatan daya saing komoditas, serta sebagai alternatif instrumen tata niaga dan distribusi komoditas.

    “Pemanfaatan SRG dapat dioptimalkan dengan penguatan kelembagaan SRG bagi komoditas ikan laut dan penguatan kelembagaan nelayan. Nelayan yang biasanya bergerak secara individu dapat didorong untuk membentuk kelembagaan nelayan, seperti kelompok nelayan atau koperasi nelayan,” pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id