comscore

Kuartal I, Industri Logam RI Tumbuh 7,9%

Eko Nordiansyah - 12 Mei 2022 18:43 WIB
Kuartal I, Industri Logam RI Tumbuh 7,9%
Ilustrasi baja. Foto : AFP.
Jakarta: Perkembangan industri logam dan baja di tanah air terus meningkat seiring penurunan kasus covid-19. Pada kuartal I-2022, industri logam dasar tumbuh sebesar 7,90 persen (yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal I tahun lalu yang sebesar 7,71 persen (yoy).

"Pertumbuhan ini sejalan dengan perbaikan-perbaikan kebijakan yang mengacu pada mekanisme smart supply-demand," kata Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Liliek Widodo dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Mei 2022.
Menurutnya, perbaikan ini dengan Pertimbangan Teknis yang terukur sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 4 tahun 2021 yang merupakan penyempurnaan dari Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 1 tahun 2019 dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 32 tahun 2019 dengan kriteria teknis yang lebih baik.

Dampak positif dari kebijakan tersebut adalah pertumbuhan tahunan Industri logam dasar yang tinggi selama dua tahun terakhir, yaitu 11,46 persen pada 2020 dan 11,31 persen pada 2021. Sebaliknya, impor besi, baja, baja paduan, dan/atau produk turunannya yang berada dalam lingkup pengendalian atau larangan dan pembatasan (lartas) cenderung mengalami penurunan selama dua tahun terakhir.

Impor besi, baja, baja paduan, dan/atau produk turunannya yang berada dalam lingkup lartas mengalami titik tertinggi pada 2019, yaitu sebesar 7,89 juta ton. Pada 2020 impor menurun menjadi 5,22 juta ton, dan pada tahun lalu mengalami sedikit peningkatan menjadi 6,35 juta ton seiring pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi covid-19.

"Selanjutnya dari sisi ekonomi makro, peran PDB Industri Logam Dasar pada kuartal I-2022 sebesar 0,83 persen terhadap PDB Total, atau mengalami peningkatan 0,03 persen dari kuartal I tahun lalu, yaitu sebesar 0,80 persen. Pengendalian impor dilakukan dengan mekanisme smart supply-demand tadi," lanjut Liliek.

Untuk menjaga iklim usaha industri baja nasional, pemerintah sedang menyelesaikan neraca komoditas baja yang sudah diusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan pasok dan kebutuhan baja nasional pada titik optimal agar industri baja dan industri-industri penggunanya dapat terus bertumbuh secara maksimal.

Ia menambahkan, industri baja sebagai mother of industry merupakan industri yang memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Bahkan berkembangnya industri baja menjadi tolok ukur dalam perkembangan industri nasional.

"Pengendalian impor merupakan salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan tersebut. Adanya Pertimbangan Teknis berlaku sebagai sumber data sementara sebelum neraca komoditas berlaku efektif. Besi Baja tahun ini telah diusulkan masuk dalam neraca komoditas dan akan berlaku efektif 2023," pungkasnya.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id