comscore

Konsumsi Minyak Sawit Diperkirakan Naik, Tapi Produksinya Tak Menentu

Antara - 29 Januari 2022 13:00 WIB
Konsumsi Minyak Sawit Diperkirakan Naik, Tapi Produksinya Tak Menentu
Ilustrasi. Foto: MI/Gino
Jakarta: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan konsumsi minyak kelapa sawit di dalam negeri untuk berbagai kebutuhan akan meningkat pada 2022, namun dengan produksi yang masih tidak menentu akibat beberapa kendala.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono menerangkan salah satu faktor yang menjadi kendala dalam produksi kelapa sawit yaitu pemupukan yang terkendala di 2021 akibat kelangkaan dan kenaikan harga pupuk yang akan mempengaruhi produktivitas dan produksi 2022.
Selain itu, ada fenomena La Nina yang  juga berdampak pada produksi kelapa sawit dalam negeri. "Cuaca ekstrem basah yang terjadi di awal 2022 bukan hanya akan memengaruhi produksi di semester I, tetapi juga di semester II-2022," kata Mukti, dilansir Antara, Sabtu, 29 Januari 2022.

Dia menerangkan produksi minyak sawit 2021 menunjukkan  anomali di mana pada semester II yang biasanya lebih tinggi dari semester I-2021 justru lebih rendah.

Oleh sebab itu, menurutnya, produksi semester I-2022 akan menjadi petunjuk apakah penurunan produksi akan terus berlanjut atau akan terjadi kenaikan.


Produksi CPO 2022


Mukti mengemukakan produksi CPO (crude palm oil) pada 2022 diperkirakan mencapai 49 juta ton. Sedangkan PKO (palm kernel oil) mencapai 4,8 juta ton, sehingga total CPO dan PKO mencapai 53,8 juta ton. Jumlah tersebut naik sebesar 4,87 persen dibandingkan dengan produksi 2021 sebesar 51,3 juta ton.

Konsumsi dalam negeri, menurut Gapki, akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan covid-19 di Indonesia. Pada 2021, total konsumsi dalam negeri untuk pangan naik enam persen, untuk industri oleokimia naik 25 persen, dan kebutuhan biodiesel naik dua persen.

Untuk 2022, Mukti memperkirakan konsumsi untuk pangan naik dengan laju yang hampir sama menjadi sekitar 800 ribu ton per bulan atau 9,6 juta ton per tahun. Untuk kebutuhan oleokimia pada 2021, konsumsi sawit mendatar selama bulan terakhir pada sekitar 180 ribu ton per bulan dan diperkirakan akan berlanjut pada 2022 sehingga konsumsi untuk oleokimia diperkirakan 2,16 juta ton per tahun.

Konsumsi biodiesel, kata Mukti, tergantung pada program mandatori biodiesel yang ditetapkan pemerintah. Sesuai program 2022, program mandatori B30 dengan konsumsi biodiesel 2022 diperkirakan 8,83 juta ton.

"Dengan demikian, konsumsi dalam negeri 2022 diperkirakan sekitar 20,59 juta ton. Dengan produksi 53,8 juta ton dan konsumsi dalam negeri 20,59 juta ton, maka volume untuk ekspor diperkirakan adalah 33,21 juta ton atau sekitar minus tiga persen dari 2021," pungkas Mukti.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id