comscore

Pemangkasan Direksi Bikin Holding BUMN Perkebunan Memanas

Insi Nantika Jelita - 28 September 2021 19:50 WIB
Pemangkasan Direksi Bikin Holding BUMN Perkebunan Memanas
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Kementerian BUMN
Jakarta: Pembentukan PT Perkebunan Nusantara III atau PTPN (persero) sebagai Holding BUMN Perkebunan ternyata membuat para direksi di jajaran tersebut mengalami keributan. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan sengkarut ini berasal pemangkasan jabatan di perusahaan pelat merah tersebut.

"Saat konsolidasi PTPN III jadi holding, itu sempat ribut, ketika terjadi efisiensi. Ada PTPN I, II, IV sampai 12. Kalau direksinya tinggal satu, empat direksi dipotong. Ini yang terjadi," ungkap Erick dalam diskusi virtual, Selasa, 28 September 2021.
Menurutnya, penting bagi perusahaan BUMN untuk melakukan restrukturisasi dalam memperbaiki bisnis perusahaan pelat merah guna mencetak laba. Pasalnya, PTPN memiliki utang jumbo sebesar USD3,1 miliar atau sekitar Rp47 triliun.

Utang tersebut berasal dari 50 bank yang terdiri dari bank nasional, swasta, dan luar negeri. Tahapan konsolidasi perusahaan PTPN diyakini menjadi salah satu solusi dalam memperkecil utang tersebut.

"Padahal industri kebun kelapa sawit seharusnya untung, malah utang besar. Ini harus kita perbaiki juga. Kami ingin memperbaiki confidence kepada 50 bank ini. Jadi prosesnya ada tahapan-tahapan," sebutnya.

Efisiensi perusahaan perkebunan itu pun dinilai berjalan baik melalui refocusing kelapa sawit. PTPN yang tahun lalu rugi sebesar Rp1,6 triliun hingga Agustus 2020, saat ini untung Rp2,3 triliun sampai dengan Agustus 2021.

"Ini ada loncatan lebih besar. Hal ini diikuti focusing gula (Sugar.co) yang selama ini gula kita untuk konsumsi terus impor. Bahkan ada permainan di sana sini," pungkasnya.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id