Holding Perkebunan Nusantara Bertransformasi via Keterbukaan Informasi Publik

    Ade Hapsari Lestarini - 27 Oktober 2021 21:22 WIB
    Holding Perkebunan Nusantara Bertransformasi via Keterbukaan Informasi Publik
    Perkebunan PTPN III. Foto: dok PTPN III.



    Jakarta: Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengapresiasi Komite Informasi Pusat (KIP) yang telah mengawasi pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik terhadap Badan Publik. Hal ini dilakukan demi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggara negara.

    Holding Perkebunan Nusantara PTPTN III (Persero) menjadi salah satu perusahaan yang melakukan transformasi melalui Keterbukaan Informasi Publik.

     



    "Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III berkomitmen untuk Keterbukaan Informasi Publik, kami terus meningkatkan keterbukaan informasi baik mengenai kebijakan, standard operational procedure, maupun data dan informasi untuk memenuhi kebutuhan publik," ungkap Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPTN III (Persero) Abdul Ghani, dalam keterangan resminya, Rabu, 27 Oktober 2021.

    Seiring dengan transformasi, Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) terus berinovasi dan menunjukkan keberhasilannya baik dari aspek finansial dan operasional. Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) berkomitmen untuk dapat terus mengimplementasikan Good Corporate Governance (GCG) khususnya pada prinsip transparansi dan akuntabilitas.

    "Kami akan terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas serta komunikasi kepada publik, hal ini sejalan dengan program transformasi yang dijalankan," jelas Ghani.

    Dalam menjalankan Keterbukaan Informasi Publik, Holding Perkebunan Nusantara PTPTN III meraih peringkat "Cukup Informatif" pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 dengan nilai 78,41.

    Peringkat ini diperoleh PTPN III setelah sebelumnya dilakukan penilaian oleh KIP RI yang terdiri atas tiga tahap penilaian yaitu pengisian kuesioner terhadap implementasi UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, penyampaian video mengenai inovasi dan kolaborasi dalam keterbukaan informasi dan sesi presentasi atau wawancara yang dinilai oleh juri independen yang dipilih oleh Komisi Informasi Pusat RI.

    Pada 2019, KIP RI sempat menetapkan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III sebagai Badan Publik yang "Tidak Informatif". Selanjutnya pada 2020, perusahaan mulai berbenah dan setelah dilakukan proses monitoring dan evaluasi oleh KIP, PTPN III naik satu tingkat. Sehingga masuk dalam kategori BUMN yang "Kurang Informatif" dengan nilai 49,83.

    Holding Perkebunan Nusantara Bertransformasi via Keterbukaan Informasi Publik
    Grafis Keterbukaan Informasi Publik PTPN III sejak 2019-2021.

    Transformasi digital

    Direktur SDM Holding Perkebunan Nusantara III Seger Budiarjo menambahkan, kolaborasi dan inovasi yang telah dilakukan perusahaan, yaitu melalui pemanfaatan digitalisasi yang disebut Agronow.

    "Dalam meghadapi era teknologi 4.0, PTPN III memanfaatkan digitalisasi untuk menyediakan informasi agar dapat diterima publik dengan cepat dan luas, antara lain melalui website perusahaan dan platform digital yang kami namakan Agronow," papar Seger.

    Ia menjelaskan, Agronow adalah media digital yang diciptakan oleh PT LPP Agro Nusantara sebagai anak perusahaan Holding Perkebunan yang bergerak di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan.

    Agronow memiliki fasilitas media informasi dan pengetahuan tentang dunia perkebunan yang dapat diakses oleh internal maupun publik. Namun, PTPN III tetap menyediakan kanal-kanal konvensional dalam bentuk data dan infografis tanpa mengurangi akurasi informasi yang akan disampaikan kepada publik dan terus membenahi dan memperkuat Keterbukaan Informasi di PTPN III agar informasi dapat  disampaikan secara cepat dan luas kepada publik.

    Dalam menyampaikan informasi secara cepat dan luas kepada publik, PTPN III akan terus bersinergi secara internal maupun eksternal dengan seluruh unit usaha atau anak perusahaan.

    Sinergi dan koordinasi dengan seluruh unit usaha atau anak perusahaan menjadi penting karena sebagian konten/informasi ada di seluruh unit usaha tersebut untuk merancang dan menyediakan pesan-pesan kepada publik.

    "Harapan kami, para stakeholders dapat lebih memiliki akses dan mendapatkan informasi untuk dapat dimanfaatkan oleh para pelaku agroindustri di Indonesia, khususnya dalam peran kami sebagai food and energy security. Kami akan terus meningkatkan transparansi dan komunikasi kepada publik, hal ini sejalan dengan program transformasi yang dijalankan," tutup Seger.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id