Penggabungan BUMN Pangan Diharapkan Perkuat Transformasi Secara Nasional

    Angga Bratadharma - 22 September 2021 07:59 WIB
    Penggabungan BUMN Pangan Diharapkan Perkuat Transformasi Secara Nasional
    Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi (kedua dari kanan) bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir. FOTO: RNI



    Jakarta: Penggabungan BUMN pangan diharapkan kian memperkuat upaya transformasi ekosistem pangan termasuk saling bersinergi mulai dari sektor pertanian, sektor perikanan, perdagangan, hingga logistik. Selain itu, diharap pula meningkatkan manfaat di sepanjang rantai nilai pangan kepada petani, peternak, nelayan termasuk UMKM dan konsumen.

    Hal itu, kata Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi, seperti di sektor pertanian terkait kekuatan bisnis melalui sinergi PT Sang Hyang Seri (SHS) dan PT Pertani di antaranya dengan mengembangkan corporate farming dan membangun merek retail yang kuat seperti inovasi produk retail Beras Ratu Mutiara kemasan Kontainer milik PT Pertani.

     



    "Yang baru-baru ini dilakukan peluncuran, termasuk mengembangkan produk premium, meningkatkan volume bisnis benih, produksi dan penjualan, hingga peluang ekspor seperti beberapa bulan lalu PT SHS telah melaksanakan nota kesepahaman ekspor beras dengan Al Batlah di Arab Saudi," kata Arief, dalam keterangan resminya, Selasa, 21 September 2021.

    Penggabungan BUMN, lanjut Arief, dapat memperkuat untuk penciptaan ekosistem end to end pangan nasional. Penggabungan SHS dan Pertani dapat berperan di hulu dan berkolaborasi dengan para petani plasma melalui memproduksi beras, benih, jagung, dan produk hortikultura lainnya.

    Sedangkan Perindo dan Perinus dapat saling menguatkan memajukan sektor perikanan kerja sama dengan para nelayan maupun petambak, melalui menghadirkan produk-produk ikan yang berkualitas. Untuk PPI dan BGR Logistics dapat saling melengkapi pada sektor trading dan logistik secara retail, domestik, hingga pasar global.

    "Melalui ekspor produk-produk pangan Indonesia," ujar Arief.

    Arief menambahkan penggabungan BUMN tidak berdampak pada karyawan yang digabung dan tidak ada pengurangan. Seluruh kewajiban perusahaan BUMN yang digabungkan berkomitmen untuk melakukan kewajiban pelayanan kepada seluruh stakeholders meliputi konsumen, mitra/relasi, suplier, investor, dan kewajiban kepada pemangku kepentingan lainnya.

    Staf Khusus III Menteri BUMN bidang Komunikasi publik Arya Sinulingga mengungkapkan proses merger ditujukan terhadap BUMN yang memiliki fokus bisnis yang sama. Ia mencontohkan penggabungan PT Pertani ke dalam PT Sang Hyang Seri yang sama-sama bergerak di sektor pertanian.

    Kemudian PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang bergabung dengan PT Perikanan Indonesia (Perindo) yang memiliki fokus perikanan, serta BGR Logistics yang dimerger ke dalam Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang sama-sama bergerak di sektor perdagangan dan logistik.

    Arya menyatakan proses penggabungan BUMN ini juga bagian dalam pembentukan Holding BUMN Pangan yang dipimpin PT RNI. Arya meyakini proses penggabungan sejumlah BUMN klaster pangan akan memperkuat ekosistem pangan nasional ke depan.

    "Ini langkah Pak Erick Thohir supaya satu kesatuan ekosistem dalam membantu industri pangan dan BUMN-BUMN dengan diholding mereka akan lebih fokus, kuat, dan tidak saling bersaing," pungkas Arya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id