SKK Migas Dorong Industri Tingkatkan Serapan Gas Domestik

    Suci Sedya Utami - 23 September 2021 13:18 WIB
    SKK Migas Dorong Industri Tingkatkan Serapan Gas Domestik
    Ilustrasi blok migas. Foto: dok. SKK Migas



    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong monetisasi potensi gas bumi di Tanah Air.

    Sekretaris SKK Migas Taslim Z. Yunus berharap pembeli gas domestik saat ini dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyerap gas sehingga lapangan-lapangan yang siap dikembangkan dapat segera berproduksi.

     



    "POD (Plan of Development) gas yang sudah disetujui banyak yang belum bisa dikomersialisasikan. Ini tentu tantangan bersama. Kami mengharapkan kontribusi semua pihak untuk dapat meningkatkan penyerapan gas," ujar Taslim dalam acara virtual Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Ketahanan Energi dengan Memaksimalkan Pemanfaatan Natural Gas dan LNG, Rabu, 22 September 2021.

    Ia memaparkan tahun ini produksi gas diperkirakan akan mencapai 5.252 juta standar juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan  meningkat sebesar 11,6 persen menjadi 6.096 MMSCFD di tahun depan. Secara konsisten, seiring dengan program peningkatan produksi minyak dan gas dalam visi 2030, diperkirakan produksi gas akan mencapai 12.000 MMSCD atau 12 milar juta standar kaki kubik per hari (BSCFD).

    Di sisi lain, konsumsi gas domestik pada 2021 diperkirakan sekitar 3.613 MMSCFD dan akan meningkat sebesar 1,07 persen menjadi 3.652 MMSCFD pada 2022. Pertumbuhan konsumsi gas domestik yang rata-rata sekitar satu persen sejak 2012 berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sekitar 4-5 persen. Akibatnya, mulai 2022 terdapat selisih produksi gas dengan kemampuan serapan domestik yang makin melebar.

    "Ke mana gas 12 BSCFD akan dikonsumsi, jika tidak ada terobosan baru dalam memasarkan gas dalam jumlah besar. Ini akan menjadi tantangan dalam pengembangan gas ke depannya," ujar Taslim.

    Salah satu upaya untuk mendorong penyerapan gas bumi yakni melalui pemberian insentif oleh pemeritah bagi industri petrokimia di daerah penghasil gas. Dengan adanya insentif itu diharapkan industri petrokimia dapat tumbuh dan menyerap produksi gas.

    Salah satu contoh insentif yang diberikan pemerintah untuk mendukung penyerapan gas oleh industri petrokimia adalah insentif untuk gas yang sedang dikembangkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Genting Oil Kasuri Pte Ltd di Papua Barat.

    Dengan insentif yang diberikan pemerintah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat menyesuaikan harga gas dari USD5 per million british thermal unit (MMBTU) menjadi USD4 per MMBTU sehingga dapat diserap oleh produsen pupuk dan metanol yang akan beroperasi di wilayah tersebut.

    Sementara itu, Koordinator Penyiapan Program Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Abduh menyampaikan, upaya pemerintah meningkatkan serapan gas domestik, salah satunya di sektor kelistrikan. Kepmen ESDM 135K/2021 telah mengakomodir  Independent Power Plant (IPP) untuk mendapatkan pasokan harga gas khusus USD6 per BBTU.

    Hal ini memberikan peningkatan kebutuhan gas pada 2021 bagi IPP menjadi 1.421,50 BBTU atau meningkat sebesar  115,12 BBTUD dari volume yang ditetapkan untuk tahun 2020 berdasarkan Kepmen  ESDM 91K/2020.

    "Mari kita mendorong penyerapan gas untuk domestik dengan membangun industri yang transparan dan berdaya saing untuk meningkatkan nilai tambah dan penerimaan negara," jelas Abduh.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id