PUPR Targetkan Bendungan Ladongi di Sultra Rampung Akhir Tahun Ini

    Antara - 04 Mei 2021 11:26 WIB
    PUPR Targetkan Bendungan Ladongi di Sultra Rampung Akhir Tahun Ini
    Pembangunan Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara. FOTO: Dokumentasi Kementerian PUPR



    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air menargetkan konstruksi Bendungan Ladongi di Sulawesi Tenggara rampung akhir 2021. Adapun potensi air di Indonesia cukup tinggi sebesar 2,7 triliun meter kubik per tahun.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan dari volume tersebut air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar meter kubik per tahun di mana yang sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar meter kubik per tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan, dan irigasi.






    "Namun potensi sebesar itu keberadaannya tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sehingga membutuhkan tampungan-tampungan air. Dengan begitu pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan musim kemarau. Itu gunanya bendungan dan embung/situ untuk penampungan air," kata Menteri Basuki, dilansir dari Antara, Selasa, 4 Mei 2021.

    Kementerian PUPR terus menambah pembangunan bendungan baru di sejumlah provinsi lumbung pangan nasional untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional.

    Di Sulawesi Tenggara, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) IV Kendari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air membangun tiga bendungan di Sulawesi Tenggara. Salah satunya adalah Bendungan Ladongi yang berada di Kabupaten Kolaka Timur.

    Bendungan Ladongi memiliki kapasitas tampung 45,9 juta meter kubik dan luas genangan serta area sabuk hijau sebesar 246,13 hektare. Bendungan yang dimulai pembangunannya sejak 2016 ini akan rampung pada akhir 2021 dengan progress saat ini 90,1 persen.

    Bendungan ini menahan aliran Sungai Ladongi yang selama ini belum dimanfaatkan optimal. Nantinya akan mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektare secara kontinu di Kabupaten Kolaka Timur sehingga diharapkan produktivitas lahan pertanian meningkat dan pendapatan petani lebih besar dalam satu tahun.

    Selain dinikmati petani, Bendungan Ladongi juga menjadi sumber air baku sebesar 0,12 meter kubik per detik, pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW, serta mengurangi banjir dengan volume 132,25 meter kubik per detik. Bendungan Ladongi juga potensial untuk dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Kolaka Timur.

    Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tenggara yang terbentuk pada 2013 merupakan Daerah Pemekaran dari Kabupaten Kolaka, terletak sekitar 120 Km di sebelah barat ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara.

    Ditinjau dari letak infrastruktur & geografis Kabupaten Kolaka Timur mempunyai luas daerah irigasi yang cukup luas dan potensi sungai air di sungai Ladongi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

    Biaya pembangunan bendungan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) multiyears 2016-2021 sebesar Rp865 miliar untuk konstruksi paket I dan Rp283 miliar untuk paket II.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id