Indonesia-Unido Perkuat Kerja Sama Sektor Industri

    Ilham wibowo - 12 November 2020 13:26 WIB
    Indonesia-Unido Perkuat Kerja Sama Sektor Industri
    Perindustrian. Foto : MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) siap memfasilitasi perluasan pasar industri nasional di kancah internasional secara komprehensif dengan negara-negara potensial. Kerja sama bakal dilanjutkan dengan Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unido).

    “Upaya peningkatan daya saing industri kita salah satunya dapat dilakukan melalui pemanfaatan kerja sama internasional baik bilateral maupun multilateral, termasuk juga kerja sama Indonesia dengan Unido," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Dody Widodo melalui keterangan tertulis, Kamis, 12 November 2020.

    Saat ini, kolaborasi Indonesia-Unido yang diterapkan melalui dokumen Indonesia- Unido Country Programme 2016-2020 telah membantu Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional serta perkembangan industri dalam negeri. Hasilnya dinilai mampu memberikan dampak positif bagi industri di Tanah Air untuk mencapai kegiatan produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

    "Salah satu proyek kerja sama Indonesia- Unido yang kami nilai cukup berhasil adalah program Smarta Fish yang saat ini sedang dilanjutkan kepada tahap kedua," sebut Dody.

    Program Smart Fish II fokus pada penguatan standarisasi produk perikanan serta rumput laut. Produk tersebut merupakan basis bahan baku bagi industri makanan, minuman, kosmetik dan farmasi.

    "Melalui program Smart Fish, kekhawatiran akan kurangnya suplai dan kekhawatiran terhadap kualitas bahan baku dapat diatasi di masa yang akan datang," imbuhnya.

    Ia berharap keberhasilan program kerja sama Indonesia-Unido dapat segera diikuti oleh basis input industri lain seperti sektor kehutanan, tambang, dan peternakan, termasuk basis sektor jasa yang dapat mendukung proses industrialisasi dan penguatan ekspor.

    "Dokumen Indonesia-Unido Country Programme 2016-2020 akan berakhir Desember ini. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk menyusun proyek-proyek yang lebih strategis, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi industri dan perekonomian Indonesia," tutur Dody.

    Apalagi, seiring perkembangan revolusi industri 4.0, Indonesia akan membutuhkan proyek-proyek kerja sama yang dapat mengakselerasi penerapan teknologi industri 4.0. Selain itu, sesuai dengan strategi dan kebijakan Kemenperin, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat berfokus pada pengembangan kualitas sektor IKM agar dapat menghasilkan produk berdaya saing tinggi sesuai kebutuhan di era industri 4.0.

    "Kerja sama Indonesia-UNIDO bisa menjadi sarana industri dalam negeri untuk dapat mengakselerasi implementasi Industri 4.0. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita, pemerintah, asosiasi, akademisi serta kalangan industri merumuskan bersama kebutuhan dan kepentingan industri untuk kemudian dapat diterapkan melalui proyek kerja sama Indonesia-Unido yang nantinya dapat meningkatkan daya saing industri dalam negeri," pungkasnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id