Genjot Produksi Nasional, Dua Blok Migas Diguyur Tambahan Insentif

    Suci Sedya Utami - 12 November 2020 21:16 WIB
    Genjot Produksi Nasional, Dua Blok Migas Diguyur Tambahan Insentif
    SKK Migas. Foto; SKK Migas.
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan ada dua blok migas yang bakal mendapatkan tambahan insentif dari pemerintah. Tambahan insentif ini diharapkan mampu menggenjot produksi minyak nasional.

    Meskipun tidak menyebut secara detail nama kedua blok tersebut, Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizona mengatakan kedua blok itu memiliki tiga massive depletion plan (MDP). Menurut Jaffe, MDP merupakan salah satu strategi untuk mengejar target produksi minyak satu juta barel per hari (bph) pada 2030.

    Jaffe bilang ketiga MDP tersebut memiliki cadangan minyak hingga 139 juta barel dan gas 1,7 triliun kaki kubik. Ia bilang dengan tambahan cadangan ini, total cadangan minyak di kedua blok tersebut bisa mencapai 178 juta barel dan gas 2,4 triliun kaki kubik. Selain itu, umur produksi migas bisa bertambah 10-14 tahun. Selain itu, hal ini juga akan menaikkan aktivitas pengeboran sumur sebesar 1.500 sumur.

    "Kami sudah diskusikan (dengan pemerintah), sudah ada hasil (tambahan insentif disetujui)," kata Jaffe dalam diskusi APMI, Kamis, 12 November 2020.

    Jaffe mengatakan potensi MDP tidak hanya ada di kedua blok migas ini. Pihaknya juga tengah mengevaluasi tiga MDP lain dengan potensi tambahan cadangan migas hingga lebih dari 200 juta barel setara minyak.

    "Seterusnya kami akan maksimalkan (blok migas) agar kembali seperti dulu sempat jaya. Ke arah sana per tahunnya," tutur Jafee.

    Dalam kesempatan yang sama, Vice President Drilling and Well Intervention PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Anto Sunaryanto mengatakan adanya MDP mendorong pihaknya untuk semakin masif memproduksikan cadangan migas yang ada. Apalagi pemerintah semakin membuka diri terkait opsi tambahan insentif bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk tambahan bagi hasil (split).
     
    "Dengan split lebih bagus, kami bisa lebih banyak ubah cadangan ke produksi," kata Anto.
     
    Ia mengatakan pihaknya telah mengajukan tambahan split ke pemerintah untuk beberapa blok migas yang dikelolanya dan masih menunggu keputusan. Ia bilang apabila keputusan tambahan split dari pemerintah keluar pada Desember ini atau Januari tahun depan, pihaknya bakal menambah lebih banyak kegiatan operasi.
     
    "Memang belum resmi, tetapi saya dengar insentif sudah disetujui," tutur Anto.
     
    Sebelumnya, Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Taufik Aditiyawarman mengatakan tambahan split diusulkan untuk Blok Mahakam dan Blok Sanga-Sanga. Selain itu, pihaknya masih mengkaji pengajuan perubahan bagi hasil Blok East Kalimantan, Offshore North West Java (ONWJ), dan Offshore Southeast Sumatra (OSES). Kelima blok ini merupakan blok terminasi yang dikelola perseroan.

    Taufik mengatakan jika memperoleh perbaikan bagi hasil, pihaknya berkomitmen menggenjot produksi blok migas tersebut. "Tentunya dengan keekonomian yang lebih baik, akan memaksimalkan monetisasi potensi-potensi yang ada di blok migas tersebut, meningkatkan cadangan dan produksi ke depannya," ucap Taufik.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id