Genjot Ekspor Ekraf, Sandiaga Sasar Afrika

    Husen Miftahudin - 19 April 2021 21:48 WIB
    Genjot Ekspor Ekraf, Sandiaga Sasar Afrika
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah



    Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengaku tak puas dengan tingginya kontribusi ekraf terhadap PDB. Ia berkeinginan untuk meningkatkan kontribusi sektor ekraf terhadap PDB, nilai ekspor, dan juga penciptaan lapangan kerja secara bersamaan.

    Terkait kontribusi ekraf terhadap ekspor, Sandiaga menyebutkan bahwa ekspor ekraf Indonesia mayoritas ke Amerika Serikat (AS), Asia Tenggara, Jepang, dan Tiongkok. Dia melihat peluang adanya potensi besar peningkatan ekspor ekraf ke Afrika.






    "Nah Afrika belum nih, ini yang mestinya di Sekolah Ekspor ini melatih bagaimana membuka pasar di Afrika. Karena Afrika is the fastest growing continent. Jika kita melihat Eropa, yang (suka dengan) tradisional adalah Belanda dan Jerman. Kita harus cari itu di Afrika," ujar Sandiaga dalam Konferensi 500 Ribu Eksportir Baru secara virtual, Senin, 19 April 2021.

    Adapun kontribusi subsektor ekonomi kreatif terhadap nilai ekspor yang terbesar adalah fesyen yang mencapai USD9 miliar. Disusul oleh kriya atau handicraft yang kontribusinya mencapai USD4,9 miliar dan kuliner sebesar USD1 miliar.

    Ia menyayangkan kontribusi kuliner terhadap ekspor yang hanya mampu menempati posisi ketiga. Padahal banyak kuliner asli Indonesia yang populer di dunia, seperti rendang dan nasi goreng.

    "Kenapa tidak kita tingkatkan nih ekspor produk ekonomi kreatif kuliner, paling tidak lima kali lipat sehingga bisa mengejar fesyen dan kriya. Makanya di 2021 kita targetkan ekonomi kreatif ini tumbuh lima persen seiring dengan tanda-tanda pemulihan," jelas Sandiaga.

    Untuk ekspor, Sandiaga menekankan keberpihakan pemerintah terhadap hal ini. Dia bilang, pemerintah hadir di sektor ini agar ekonomi kreatif nasional bisa bangkit dan bisa pulih.

    "Di RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024, kita harus perkuat pasar produk sektor ekonomi kreatif. Kita pasang strategi untuk mendukung peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi dan penguatan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri)," tuturnya.

    Saat ini Kemenparekraf memiliki sejumlah program untuk meningkatkan ekspor di sektor ekonomi kreatif, di antaranya program-program seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) hingga #BeliKreatifLokal.

    Selain itu Kemenparekraf juga memfasilitasi pelatihan wirausaha-wirausaha mandiri di lima destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

    "Kemenparekraf juga lagi fokus pengembangan desa wisata, ini desa wisata cocok banget sama ekspor karena kita ingin membangun desa ekspor. Kita lagi melaksanakan one village one creative products, jadi satu desa satu produk ekonomi kreatif. Ini lagi kita kembangkan di 244 desa wisata yang kita harapkan menjadi desa wisata mandiri di 2024," pungkas Sandiaga.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id