Rumah Potong Ayam Rampung, WMUU Siap Genjot Produksi 10 Kali Lipat

    Angga Bratadharma - 22 Februari 2021 15:20 WIB
    Rumah Potong Ayam Rampung, WMUU Siap Genjot Produksi 10 Kali Lipat
    WMUU Siap Genjot Produksi 10 Kali Lipat. FOTO: Widodo Makmur Unggas



    Jakarta: PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) mengaku siap memproduksi 12 ribu ekor ayam per jam usai Rumah Potong Ayam (RPA) dirampungkan. Selain tingkatkan kapasitas produksi, beroperasinya RPA ini sejalan dengan strategi usaha WMUU yang fokus pada segmentasi bisnis RPA.
     
    Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas'adi mengatakan RPA baru WMU ini akan memproduksi ayam 10 kali lebih banyak daripada RPA WMU terdahulu. RPA WMU terdahulu berada di Jambakan, Jawa Tengah, memiliki kapasitas produksi 1.500 ekor ayam per jam atau setara 6.500 ton ayam per tahun.

    Sementara RPA baru WMU yang terletak di Wonogiri ini diproyeksikan mampu memotong 50,4 juta ekor per tahunnya. Pemfokusan strategi usaha pada segmentasi RPA salah satunya didukung oleh baiknya kinerja karkas yang menjadi sumber tertinggi laba perusahaan.
     
    Per 30 Juni 2020 (audited), produk carcass atau karkas menjadi produk dengan penjualan tertinggi WMUU, dengan total penjualan sekitar Rp446 miliar atau sekitar 87,7 persen dari seluruh total penjualan WMUU yaitu sekitar Rp508 miliar. Adapun per 30 Juni 2020, WMUU mampu memproduksi karkas hingga 16 ribu ton.




    "Beroperasinya RPA baru WMU ini siap dorong total produksi RPA WMU hingga 110.740 ton di 2021," kata Ali, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Februari 2021.

    WMUU optimistis untuk terus torehkan kinerja yang positif di 2021 sebagaimana perusahaan berhasil mempertahankan kinerja di 2020. Tercatat di Desember 2020, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan Rp1,1 triliun (unaudited). Jumlah ini meningkat dari capaian pendapatan perusahaan di 2019 senilai Rp576,72 miliar.

    Untuk diketahui, pembangunan RPA  didukung oleh sesama lini bisnis yang ada di dalam Widodo Makmur Perkasa Group. Pembangunan RPA ini WMUU menggelontorkan Rp600 miliar. Guna mencapai proyeksi produksi, WMUU menggunakan sistem GMP dan menggunakan peralatan pemotongan tercanggih.

    "Sehingga proses pemotongan ayam berjalan lancar, produktif, efisien, dan terjamin kehigienisannya. Akhirnya kualitas karkas yang sampai ke tangan konsumen tetap terjaga," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id