Harga Komoditas Turun, Laba Pupuk Indonesia Diramal Anjlok

    Suci Sedya Utami - 01 Oktober 2020 19:25 WIB
    Harga Komoditas Turun, Laba Pupuk Indonesia Diramal Anjlok
    PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkirakan perolehan laba hingga akhir 2020 turun. Foto; Dok.MI
    Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkirakan hanya akan meraup laba sebesar Rp2,5 triliun hingga Rp2,6 triliun hingga akhir 2020. Besaran tersebut lebih rendah dari perolehan 2019 yang mencapai Rp3,7 triliun.

    Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan perolehan laba sebelum pajak hingga Agustus sebesar Rp2,8 triliun. Sementara untuk laba setelah pajak sebesar Rp2,1 triliun.

    "Prognosa kami enggak akan mencapai laba seperti 2019, ini nanti akan ada di bawah. Memang turun tapi masih positif," kata Bakir dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Bakir menjelaskan penurunan laba dipengaruhi oleh turunnya harga komoditas sehingga menyebabkan pendapatan usaha tergerus meski secara volume penjualan tetap. Ia menyebutkan pendapatan hingga Agustus sebesar Rp48,2 triliun.

    "Memang ada kecenderungan melambat, menurun karena harga komoditas cenderung menurun, termasuk amoniak," ujar dia.
     
    Adapun kinerja penjualan dikatakannya tidak mengalami penurunan dari segi jumlah. Untuk penjualan pupuk subsidi atau public service obligation (PSO) sebesar 5,9 juta ton. Demikian juga dengan pupuk non-PSO sebesar 3,1 juta ton. Sehingga volume penjualan hingga Agustus mencapai sembilan juta ton.

    Diakui Bakir, di masa pandemi ini, terutama saat diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), beberapa distributor dan kios mengalami kendala penjualan, menyebabkan penjualan di pasar ritel terganggu.

    "Kalau di pasar korporasi pupuk menurun dari industri kelapa sawit yang cenderung menurun, sehingga penjualan kami di pasar komersial kelihatan menurun. Konsumen industri yang menggunakan bahan baku pupuk juga mengurangi rate pabriknya sehingga terjadi pengurangan bahan baku, dan menurunkan penjualan kami," jelas Bakir.

    Adapun setoran pada negara juga diperkirakan akan berkurang di 2020 dibanding 2019. Pada tahun lalu, setoran Pupuk Indonesia ke negara sebesar Rp8,2 triliun terdiri dari pajak Rp7,2 triliun dan dividen Rp974 miliar.

    "Pajak dan dividen 2019 cukup baik, namun demikian di 2020 akan mengalami penurunan sedikit," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id