Menaker: Tingkat Produktivitas Pekerja Indonesia Masih Kalah dari Vietnam

    Husen Miftahudin - 28 November 2020 18:52 WIB
    Menaker: Tingkat Produktivitas Pekerja Indonesia Masih Kalah dari Vietnam
    Ilustrasi tenaga kerja di Indonesia - - Foto: MI/ Ramdani


    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengakui produktivitas pekerja Indonesia masih tertinggal dari Vietnam. Berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional (ILO), pertumbuhan output tahunan pekerja RI masih di bawah rata-rata negara berpenghasilan menengah bawah.

    "Survei yang dilakukan kepada para pelaku usaha di Indonesia hasilnya menunjukkan mayoritas responden merasa bahwa nilai upah minimum yang ditetapkan di Indonesia tidak sepadan dengan produktivitas yang dihasilkan oleh pekerja," ujar Ida dalam acara KompasTalks secara virtual di Jakarta, Sabtu, 28 November 2020.




    Selain produktivitas, Ida menyebutkan bahwa kompetensi pekerja juga menjadi tantangan berat. Hal ini lantaran masih besarnya persentase pekerja dengan latar pendidikan SMP ke bawah, sehingga banyak pekerja yang masih memiliki kompetensi (skill) yang rendah.

    "Meskipun ada sedikit angin segar untuk masa depan apabila kita melihat pada profil pemuda berumur 16-30 tahun yang bekerja di mana sudah lebih dari 60 persen yang berpendidikan SMA ke atas," imbuhnya.

    Menurutnya, peningkatan produktivitas dan kompetensi pekerja secara perlahan mulai didorong oleh pemanfaatan bonus demografi. Apalagi, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada periode 2020-2030.

    Pada periode tersebut, jelasnya, struktur penduduk Indonesia sebagian besar akan diisi oleh penduduk usia muda produktif berusia 20-39 tahun. Sehingga satu dekade ke depan menjadi penentuan untuk bisa memanfaatkan peluang besar ini.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Agustus 2020 ada sekitar 138 juta angkatan kerja, terdiri dari 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta penganggur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen.

    Ida bilang, memang ada kenaikan jumlah penganggur dan TPT yang signifikan akibat dampak pandemi. Menurut perhitungan BPS ada 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi.

    "Hal ini tentu menambah beban di sektor ketenagakerjaan, selain dari tambahan 2-2,5 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja setiap tahunnya. Oleh karena itu, tantangan-tantangan tersebut harus diatasi dengan kita memanfaatkan bonus demografi," pungkas Ida.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id