Indonesia Perlu Dorong Ekspor ke Negara Nontradisional

    Antara - 14 Januari 2021 14:23 WIB
    Indonesia Perlu Dorong Ekspor ke Negara Nontradisional
    Ekspor Ikan. Foto : MI.
    Jakarta: Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menyatakan Indonesia perlu meningkatkan ekspor ke negara-negara sasaran nontradisional sebagai upaya mengatasi defisit neraca perdagangan nasional.

    "Selain peningkatan kualitas produk Indonesia supaya daya saing makin kuat, sudah saatnya pemerintah melihat potensi dari negara-negara tujuan nontradisional. Pemetaan penting dilakukan supaya pasar untuk produk Indonesia semakin luas," kata Pingkan Audrine Kosijungan, dikutip dari Antara, Kamis, 14 Januari 2021.

    Ia mengingatkan bahwa Kementerian Perdagangan menargetkan surplus sebesar USD1 miliar pada neraca perdagangan di 2021 ini. Selain itu, ujar dia, ekspor riil barang dan jasa ditargetkan akan tumbuh sebesar 4,2 persen, ekspor nonmigas akan tumbuh 6,3 persen, serta adanya pertumbuhan rasio ekspor terhadap jasa ekspor terhadap PDB sebesar 2,8 persen untuk 2021.

    "Indonesia sebenarnya masih sangat berpotensi meningkatkan nilai ekspornya. Salah satunya adalah melalui intensifikasi ekspor ke negara-negara tujuan nontradisional," katanya.

    Pingkan berpendapat bahwa pasar ekspor ke negara-negara nontradisional dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi defisit neraca perdagangan, mengingat bahwa nilai ekspor nonmigas Indonesia terhadap negara yang tergolong tujuan tradisional telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

    Selain itu, tren serupa juga dialami oleh negara tujuan nontradisional seperti Tanzania, Kenya, dan Kazakhstan. Selama kurun waktu lima tahun nilai ekspor Indonesia terhadap tiga negara tersebut meningkat masing-masing dari USD214 juta, USD187,7 juta, dan USD3,2 juta pada 2015 menjadi USD262,9 juta, USD 220,6 juta, dan USD 207,1 juta pada tahun lalu.

    "Kondisi ini menjelaskan bahwa produk Indonesia diterima dengan baik oleh negara-negara nontradisional," katanya.

    Ia mengungkapkan, negara-negara seperti Kazakhstan, Kenya, dan Tanzania memiliki peluang yang bagus menjadi tujuan ekspor karena ketiga negara ini diprediksi akan mengalami pertumbuhan jumlah penduduk kelas menengah dan juga memiliki kondisi perekonomian yang cukup stabil dalam jangka waktu beberapa tahun ke belakang.

    Untuk itu, pemerintah dinilai perlu meningkatkan kerja sama bilateral dengan negara-negara nontradisional yang dapat memberikan keuntungan dalam perdagangan seperti penghapusan dan/pengurangan hambatan bea masuk.

    Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mengingatkan agar berbagai FTA atau perjanjian perdagangan bebas yang telah dilakukan dengan berbagai negara dan kawasan internasional harus dapat dioptimalkan guna memulihkan perekonomian nasional.

    Amin Ak mengutarakan harapannya agar Kementerian Perdagangan di bawah kepemimpinan Muhammad Lutfi mampu mengoptimalkan perjanjian perdagangan bebas secara bilateral dengan 162 negara di berbagai kawasan. Ia mengemukakan bahwa salah satu andalan untuk pemulihan ekonomi nasional agar keluar dari resesi, adalah perdagangan internasional yang diharapkan terus tumbuh positif.

    Untuk itu, Amin mendorong beragam upaya untuk menggenjot devisa, terutama dari ekspor komoditas, agar jangan hanya mengandalkan permintaan dari negara mitra dagang utama Indonesia, terutama Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan India.

    "Peningkatan permintaan komoditas akan ikut mendorong ekspor Indonesia mengalami peningkatan ke depannya dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena itu optimalisasi FTA bilateral dengan negara-negara Asia, Eropa, dan Afrika, sangat penting dan strategis," paparnya.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id