BPK Investigasi Dugaan Dana Covid-19 Disalahgunakan

    Insi Nantika Jelita - 12 Januari 2021 08:52 WIB
    BPK Investigasi Dugaan Dana Covid-19 Disalahgunakan
    Gedung BPK: FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN
    Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menginvestigasi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah krisis akibat pandemi covid-19. Diharapkan penyalahgunaan anggaran bisa diminimalisir, bahkan dihilangkan demi masyarakat.

    "Faktanya, saat ini terdapat investigasi yang sedang berlangsung di Indonesia tentang kemungkinan salah alokasi dana bantuan covid-19 yang cukup besar,” kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna, dilansir dari Mediaindonesia.com, Selasa, 12 Januari 2021.

    Agung memaparkan di tengah berbagai insentif dan kebijakan untuk memastikan kesejahteraan warga, tindakan pemborosan, korupsi, dan penipuan dapat lebih mudah terjadi pada saat pandemi ini. Kondisi covid-19, tambahnya, memberikan kesempatan yang diperlukan dan tepat waktu bagi lembaga pemeriksa keuangan untuk meningkatkan peranannya.

    "Dan menegaskan perannya sebagai lembaga tata kelola utama," jelas Agung.

    Pada paruh pertama 2020, Agung menambahkan, BPK melaksanakan tugas audit keuangan tahunan wajib dalam situasi pandemi. "BPK juga melakukan kajian terhadap kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan dalam menangani pandemi covid-19 untuk memberikan wawasan kepada pemerintah, DPR, dan pemangku kepentingan lainnya," kta Agung.

    Pada paruh kedua 2020, Agung menjelaskan, BPK mulai memeriksa. Beberapa laporan audit sudah dikeluarkan dan beberapa akan datang bulan ini. "Kami berharap dapat menerbitkan laporan audit nasional awal tahun ini," kata Agung.

    Tujuan dalam audit tersebut, ucapnya, ialah mempromosikan nilai inklusivitas, selain transparansi dan akuntabilitas. "Transparansi dan akuntabilitas adalah dua komponen utama tata kelola yang baik selama krisis dan tak boleh dikompromikan. Semua pemangku kepentingan harus menyadari dan berusaha untuk mempromosikan nilai-nilai tersebut," tegasnya.

    Pada kesempatan yang sama, Anggota BPK Achsanul Qosasi menuturkan anggaran penanganan covid-19 dapat membuka celah ruang kecurangan karena adanya perubahan alokasi anggaran dan lainnya, termasuk penggunaan sumber daya publik dan efektivitas operasional yang membuka ruang untuk kecurangan.

    "Di Indonesia berbagai jenis pendanaan dan mekanisme penyaluran dilakukan pemerintah untuk atasi kebutuhan ekonomi dan kesehatan yang mendesak,” jelas Achsanul.

    BPK mencatat anggaran penanganan covid-19 yang telah digelontorkan negara telah mencapai Rp 1.035,25 triliun. Untuk mengawasi anggaran penanganan co­vid-19 tersebut, Achsanul menuturkan, BPK memeriksa dengan tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan pemeriksaan, dan pelaporan. Perencanaan, lanjutnya, telah dilakukan pada Agustus 2020.

    Kemudian pelaksanaan pemeriksaan pada September hingga November 2020. "Pelaporan diharapkan bisa dituntaskan Januari 2021. Kami harap, laporan bisa diselesaikan bulan ini. Dalam pemeriksaan, kami gabungkan tiga jenis pemeriksaan, yakni keuangan, kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu," pungkas Achsanul.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id