Pertamina Lifting Perdana Produk Pertalite dari Kilang Cilacap

    Suci Sedya Utami - 10 Januari 2021 12:54 WIB
    Pertamina <i>Lifting</i> Perdana Produk Pertalite dari Kilang Cilacap
    Pertamina. Foto : MI.
    Cilacap: PT Pertamina (Persero) melalui subholding PT Kilang Pertamina Internasional di Refinery Unit IV Cilacap sukses melaksanakan lifting perdana produk pertalite hingga 2,1 juta barel per bulan atau 334 ribu kiloliter (KL).

    Prosesi lifting tersebut ditandai dengan transfer perdana produk Pertalite dari Kilang Cilacap ke Fuel Terminal Lomanis yang secara resmi dilakukan oleh General Manager Pertamina RU IV Joko Pranoto didampingi Executive General Manager Regional Jawa bagian Tengah Sylvia Grace Yuvenna.

    Joko mengatakan Pertamina berkomitmen untuk terus menyediakan BBM ramah lingkungan bagi masyarakat. Pertalite yang diproduksi Kilang Cilacap serta merupakan Bahan Bakar Khusus (BBK) dengan Research Octane Number (RON) sebesar minimal 90 dan kandungan sulfur maksimal 500 ppm.

    "Bahan bakar pertalite memiliki kualitas yang lebih ramah lingkungan dengan RON sebesar minimal 90 dibandingkan dengan produk premium yang memiliki RON minimal 88," jelas Joko, dalam keterangan resminya, Minggu, 10 Januari 2021.

    Sylvia pun optimistis dengan optimalisasi produksi pertalite di RU IV Cilacap membuat stok dan penyaluran produk tersebut di wilayah Jawa Bagian Tengah semakin aman.

    "Saat ini sesuai data yang kami miliki, konsumsi produk BBM gasoline jenis Pertalite mendominasi penyaluran di seluruh SPBU Jawa Bagian Tengah dengan persentase rata-rata per hari sebesar 75 persen atau sekitar 9.000 KL per hari," kata Sylvia.

    Lebih lanjut, ia menambahkan berbagai program dilakukan oleh Subholding Commercial & Trading dalam penggunaan produk ramah lingkungan, antara lain pelaksanaan Program Langit Biru di beberapa kota & kabupaten di Regional Jawa Bagian Tengah mulai November 2020.

    "Jawa Tengah dan DIY merupakan provinsi yang konsumsi Bahan Bakar Khususnya (pertalite dan pertamax series) lebih tinggi dibanding provinsi lain. Kami sangat menyambut baik transfer perdana pertalite ini karena membantu memperkuat ketahanan stok kami," jelas Sylvia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id