Pertamina Bakal Perbanyak Akuisisi Aset Migas Luar Negeri

    Suci Sedya Utami - 06 Oktober 2020 11:26 WIB
    Pertamina Bakal Perbanyak Akuisisi Aset Migas Luar Negeri
    Pertamina. Foto : Setkab.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) berencana menambah akuisisi blok migas di luar negeri yang telah berproduksi. Akuisisi tersebut ditujukan untuk menambah pasokan minyak mentah (crude) yang nantinya akan dipasok ke kilang-kilang Pertamina.

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan saat ini Pertamina tengah mengembangan kapasitas kilang yang dimilikinya dalam pengolahan BBM.  Misalnya pengembangan Kilang Balikpapan yang dijadwalkan akan bisa menambah kapasitas produksi BBM sebesar 100 ribu barel per hari di 2023.

    Namun, jika melihat produksi crude di dalam negeri yang saat ini kapasitasnya masih di level 700-an ribu BPH dan baru akan meningkat menjadi satu juta bph di 2030, maka akan ada jeda waktu yang lumayan panjang sedangkan pasokan crude harus dipenuhi untuk menyuplai kilang.

    Ia bilang untuk mengisi kekosongan tersebut, Pertamina melakukan upaya anorganik dengan cara yang tercepat. Sebab, jika harus mencari sumber-sumber baru di dalam negeri akan memerlukan waktu yang panjang.

    "Karena itu, Pertamina rencanakan untuk akuisisi blok migas yang sudah berproduksi. Jadi itu cara cepat, (produksinya) akan kita bawa ke dalam negeri," kata Nicke dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ramson Siagian keberatan jika Pertamina harus mengakuisisi aset di luar negeri untuk menambah pasokan crude. Ramson takut, akuisisi tersebut akan menjadi sia-sia, mengingat saat ini terjadi transisi energi ke yang lebih ramah lingkungan.

    "Saya kurang sependapat kalau harus akuisisi karena itu akan butuh modal besar, karena yang akan datang trennya akan berkurang penggunaan minyak. Jangan sampai kita keburu mengakuisisi blok di luar negeri dengan nilai yang besar tapi pada saatnya akan jadi masalah," jelas Ramson.

    Sebelumnya, langkah perseroan dalam mengakuisisi ladang migas di luar negeri sebenarnya telah mendapat kritik dari Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

    "Minjem duit, sekarang sudah utang USD16 miliar, tiap kali otaknya minjam duit saja nih, saya sudah kesal deh nih, pinjam duit terus lo akuisisi terus lagi," kata Ahok pertengahan September lalu.

    Saat ini, Pertamina telah memiliki sejumlah blok migas di 12 negara. Di Aljazair, perseroan memiliki saham di Blok Menzel Lejmet North (MLN), El Merk (EMK), dan Ourhoud (OHD). Kemudian di Irak, perseroan memegang saham di Lapangan West Qurna 1. Sementara di Malaysia, perseroan memegang kepemilikan saham di Blok K, Blok Kikeh, Blok SNP, Blok SK309 dan Blok SK311.

    Selanjutnya, pascaakuisisi perusahaan migas Prancis, Maurel&Prom, perseroan memiliki aset migas yang tersebar di Gabon, Nigeria, Tanzania, Namibia, Kolombia, Kanada, Myanmar, Italia, dan negara lainnya. Namun, aset utamanya yang telah berproduksi yakni di Gabon, Nigeria, dan Tanzania.

    Data terakhir pada 2018, Pertamina mencatat, produksi migas dari aset luar negeri tercatat sebesar 153 ribu barel setara minyak per hari (boepd), yakni produksi minyak 102 ribu barel per hari (bph) dan gas 299 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).

    Produksi migas perseroan dari aset luar negeri pada tahun depan ditargetkan naik 3,26 persen dari prognosa akhir 2019 sebesar 153 ribu boepd menjadi 158 ribu boepd. Rinciannya, produksi minyak ditargetkan naik tipis dari 105 ribu bph menjadi 107 ribu bph, serta produksi gas meningkat dari 276 mmscfd menjadi 298 mmscfd.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id