Bantu Penanganan Stunting, Baznas Targetkan 90.336 Penerima Manfaat

    Eko Nordiansyah - 12 Oktober 2020 19:19 WIB
    Bantu Penanganan <i>Stunting</i>, Baznas Targetkan 90.336 Penerima Manfaat
    Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ikut berperan dalam membantu mengatasi masalah stunting di Indonesia. Foto: Dok. Baznas.
    Jakarta: Lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ikut berperan dalam membantu mengatasi masalah stunting di Indonesia. Untuk tahun ini, Baznas menargetkan dapat membantu 90.336 penerima manfaat di enam Rumah Sehat Baznas dengan berbagai macam program yang telah direncanakan.

    Kepala Rumah Sehat Baznas Reza Ramdhoni mengatakan pihaknya telah menjalankan program pencegahan stunting di lima Rumah Sehat Baznas di berbagai daerah, diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Pangkal Pinang, Makassar, dan Sidoarjo. Hingga September 2020, tercatat sudah ada 26.949 penerima manfaat.

    "Program pencegahan stunting yang dijalankan oleh Rumah Sehat Baznas dikemas dalam berbagai aktivitas kegiatan di antaranya pemeriksaan yang terdiri dari pengukuran status gizi, pemberian makanan tambahan penyuluhan, pemberian makanan tambahan gizi pemulihan, fasilitas posyandu, dan kebun gizi. Semoga Rumah Baznas dapat terus memberikan kontribusinya dalam menurunkan angka stunting di Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulisnys, Senin, 12 Oktober 2020.
     
    Atas kontribusi ini, Baznas diberikan penghargaan sebagai Lembaga Peduli Stunting di Kabupaten Parigi Moutong. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong atas komitmen Baznas dalam upaya memajukan kesehatan melalui program stunting.

    Reza mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diperoleh. Menurutnya, hasil penghargaan ini dapat tercapai berkat inovasi dan kegiatan yang begitu intens dan terukur berkaitan dengan penanganan pencegahan stunting dengan metode pendekatan pemberdayaan masyarakat.

    "Baznas melalui Rumah Sehat Baznas Parigi Moutong terus berinovasi untuk mengentaskan stunting dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam di sekitar. Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dan biskuit blondo untuk balita dan ibu hamil lewat pengolahan kelapa adalah salah satu contohnya," ujar Reza.

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai kepada Kepala Rumah Sehat Baznas Parigi Moutong Kaslan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan ketat. Rumah Sehat Baznas Parigi Moutong mengalahkan 10 peserta lembaga lain yang juga terlibat langsung dalam penanganan stunting di Kabupaten Parigi Moutong 2020.

    "Penghargaan ini tentunya akan memacu Baznas untuk lebih giat lagi dalam memberikan bantuan program yang diharapkan benar-benar memiliki dampak nyata dalam pengentasan stunting di Kabupaten Parigi Moutong," ungkap Reza.

    Sementara Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Irfan Syauqi Beik menambahkan kegiatan aksi pengentasan stunting yang diinisiasi oleh Baznas ini merupakan komitmen untuk membantu pemerintah dalam pengentasan gizi buruk demi mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.

    "Stunting bukan hanya masalah pemerintah saja, namun seluruh masyarakat harus turun tangan ikut berperan aktif bergerak untuk pencegahan hingga pengentasan. Baznas siap menjadi inisiator untuk mengajak berbagai pihak bergerak bersama memutus mata rantai stunting di Indonesia dengan berbagai program berbasis nutrisi," tutup Irfan.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id