Ini Pernyataan Ahok yang Disebut Tak Berdasarkan Data

    Nia Deviyana - 16 September 2020 11:41 WIB
    Ini Pernyataan Ahok yang Disebut Tak Berdasarkan Data
    Anggota Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade. Foto: Medcom.id/Fachrie
    Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mempertanyakan pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang diunggah di channel YouTube POIN.

    Dalam channel tersebut, Ahok mengungkap berbagai konflik yang ada di Pertamina sebagai perusahaan pelat merah.

    Andre mengkritik sikap Ahok yang merasa dirinya paling benar. Menurut Andre, hal ini tidak elok.

    "Komisaris dan Direksi di BUMN paling tidak punya satu agenda rapat bersama dalam satu bulan dalam kasus Pertamina, rapat bersama ini bahkan dilakukan seminggu sekali setiap hari Kamis. Harusnya Ahok mengoptimalkan rapat tersebut, Jangan merasa superior seolah-olah paling benar kerjanya, paling bersih dan tidak pernah salah. Padahal Pertamina tidak butuh Superman, tetapi butuh superteam yang bersama-sama memajukan Pertamina dan Industri Migas Nasional," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu, 16 September 2020.

    Adapun Andre meluruskan beberapa pernyataan yang dilempar Ahok. Komisi VI Partai Gerindra ini menjelaskan beberapa  pernyataan Ahok yang dinilainya tanpa dasar, seperti mengatakan bahwa Pertamina lebih suka beli blok Migas di Luar Negeri daripada eksplorasi dalam negeri. Padahal faktanya, menurut Andre, banyak eksplorasi dalam negeri yang telah dilakukan Pertamina.
     
    "Statement pak Ahok ini tidak benar. Dalam data yang kami miliki dalam rangka menambah produksi di hulu, pada tahun 2019 Pertamina melakukan pengeboran sekitar 240 sumur eksplorasi dan eksploitasi dengan 800 work over.  Lebih dari 60 persen investasi di Pertamina adalah untuk Hulu Migas," jelasnya.

    Bahkan, lanjut Andre, untuk menambah cadangan, sepanjang 2019 Pertamina melakukan studi seismic di 35 cekungan dengan panjang 31.114 km. Studi seismic yang dilakukan Pertamina ini, kata Andre, merupakan studi seismic terpanjang di Asia Tenggara dalam waktu 10 tahun terakhir.

    "Hasil studi seismic sampai menjadi produksi memerlukan waktu paling cepat tujuh tahun. Oleh sebab itu, untuk menambah produksi dan cadangan Hulu Migas saat ini diperlukan akuisisi blok hulu migas yang sudah berproduksi, sehingga bisa langsung menambah cadangan dan produksi migas Pertamina," papar Andre.

    Akuisisi yang dilakukan oleh Pertamina di dalam negeri, lanjut Andre, dilakukan pada blok-blok yang sudah habis kontrak PSC-nya, sedangkan akuisisi di luar negeri dilakukan pada blok-blok  yang sudah berproduksi dan memiliki cadangan yang besar.
     
    Selain soal eksplorasi blok Migas, Ahok juga mengatakan bahwa Pertamina tidak pernah melakukan pembangunan Kilang. Menurut Andre, statement ini tidak benar dan tanpa data. Pada 2019, Pertamina membangun beberapa kilang.
     
    "Selama menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, sudah berapa kali sih pak Ahok melakukan kunjungan ke kilang-kilang Pertamina? Setahu saya Pertamina telah membangun Kilang Langit Biru Cilacap Tahun 2015-2019. Kilang ini sudah mulai beroperasi Juli 2019 yang menambah produksi Pertamax sehingga mengurangi impor BBM," cetus Andre.

    Selain itu, dipaparkan Andre, ada Kilang RDMP Balikpapan sudah mulai dibangun sejak April 2019 dan akan selesai pada 2023 sehingga nantinya kapasitas produksi Kilang Balikpapan menjadi 360 ribu bpd. Juga ada Kilang Petrokimia di TPPI (revamping Aromatic) yang sudah mulai dibangun sejak 2019, dan akan selesai di 2022.
     
    Lalu soal statement Ahok yang mengatakan bahwa Pertashop atau program SPBU mini tidak jalan, Andre menambahkan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya sejak diluncurkan pada Februari 2020 sampai dengan saat ini sudah terbangun sekitar 500 pertashop untuk melayani masyarakat dengan kerja sama bersama pihak swasta maupun Bumdes. Sampai dengan akhir 2020 ditargetkan akan terbangun 4.300 Pertashop diseluruh Indonesia.
     
    “Data soal Pertashop aja pak Ahok bisa keliru, padahal data tersebut selalu di update. Saya jadi bertanya-tanya siapa sebenarnya yang bisikin pak Ahok agar Pertamina gaduh terus?" pungkas Andre.
     

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id