Produktivitas Buruh RI Terendah Kedua di ASEAN

    Husen Miftahudin - 24 April 2020 08:16 WIB
    Produktivitas Buruh RI Terendah Kedua di ASEAN
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan produktivitas buruh RI terendah kedua se-ASEAN. Rendahnya produktivitas buruh tersebut memengaruhi lambatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

    "Untuk bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi, maka kita butuh productivity. Jika kita bicara productivity, maka kita bicara labor productivity (produktivitas buruh)," ujar Fithra dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 24 April 2020.

    Padahal, menurutnya, upah buruh di Indonesia relatif tinggi. Namun upah yang tinggi tersebut tak akan menjadi masalah selama produktivitasnya juga tinggi. "Masalahnya, jika dibandingkan antara upah dan gaji itu ada gap yang cukup signifikan. Upahnya tinggi sementara produktivitas levelnya stagnan sehingga membuat ongkos produksinya menjadi mahal," urai Fithra.

    Fithra menambahkan rendahnya produktivitas buruh di Indonesia juga mempengaruhi lambatnya pertumbuhan investasi di Indonesia. Bahkan dibandingkan dengan Myanmar, Indonesia jauh tertinggal.

    "Kalau dibandingkan dengan Myanmar, pertumbuhan produktivitasnya tercatat bisa mencapai 80 persen. Ini yang menyebabkan adanya appetite (keinginan) dari investor untuk masuk ke Myanmar," ucap dia.

    Alhasil, Indonesia masih belum bisa menarik penanam modal untuk bisa berinvestasi di dalam negeri. "Ketika saya sebagai investor, misalnya, ingin masuk ke Asia Tenggara maka saya akan masuk ke Vietnam, Thailand, Myanmar, Malaysia, dan Filipina. Bukan Indonesia," ujar Fithra.

    Fithra berharap pendekatan Omnibus Law yang kini tengah dibahas Pemerintah dan DPR bisa mengatasi permasalahan ini. "Masalah produktivitas ini bisa seharusnya terselesaikan oleh Omnibus Law," tutup Fithra.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id