RUU Ciptaker Diyakini Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6%

    Husen Miftahudin - 12 Juli 2020 14:12 WIB
    RUU Ciptaker Diyakini Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6%
    Ilustrasi. Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) diyakini membawa angin segar bagi iklim investasi dan berpotensi membuka lapangan kerja. Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional enam persen per tahun pun bisa tercapai.

    Ketua Komite Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial untuk Upah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Aloysius Budi Santoso mengatakan pandemi covid-19 membawa dampak besar bagi perekonomian Indonesia. Butuh investasi besar-besaran untuk mendongkrak perekonomian Indonesia pascapandemi.

    Menurut Budi, RUU Ciptaker diharapkan mengubah struktur ekonomi yang akan mampu menggerakkan semua sektor. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7 persen hingga enam persen per tahun tercapai.

    "Untuk dapat bertumbuh sebesar enam persen di tahun 2024, maka pertumbuhan investasi harus sebesar 40 persen dari nilai investasi di 2019 atau dari rata rata Rp3.200 triliun pada periode 2015-2019 menjadi rata rata Rp4.400 triliun pada periode 2020-2024," uajr Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 12 Juli 2020.

    Budi mengungkapkan, target proyeksi pertumbuhan ekonomi itu bisa digenjot dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas sebanyak 2,7 juta hingga tiga juta per tahun. Sementara tanpa RUU Ciptaker hanya berkisar dua juta hingga 2,5 juta lapangan kerja berkualitas.

    "Kami juga dorong peningkatan investasi sebanyak 6,6 persen hingga 7,0 persen yang meningkatkan income dan daya beli, dan mendorong peningkatan konsumsi. Kemudian peningkatan produktivitas yang akan diikuti peningkatan upah, sehingga dapat meningkatkan income, daya beli dan konsumsi," terang Budi.

    Ia menambahkan keberadaan RUU Ciptaker sangat diharapkan oleh pelaku usaha dan investor. Pasalnya, akan membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian negara.

    "RUU Cipta Kerja ini berbicara tentang bagaimana kita sebagai negara bisa lebih efektif dan efisien dengan penyederhanaan perizinan usaha dan investasi," pungkas Budi.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id