Pemerintah Siapkan Skema Kenormalan Baru di Industri Perikanan

    Eko Nordiansyah - 31 Mei 2020 15:29 WIB
    Pemerintah Siapkan Skema Kenormalan Baru di Industri Perikanan
    Ilustrasi. Foto: Antara/Oky Lukmansyah
    Jakarta: Pemerintah akan menyiapkan skema kenormalan baru (new normal) untuk industri perikanan. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebut, proses kenormalan baru dilakukan karena agar aktivitas kehidupan baru bisa dimulai dengan masih adanya pandemi covid-19.

    Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanuddin mengatakan, salah satu penerapan kenormalan baru di sektor perikanan adalah pasar ikan tradisional. Saat ini Kementerian Pedagangan telah membuat protokol kesehatan untuk pasar tradisional.

    "Penjual dan pembeli harus pakai masker dan lain-lain, yang masuk jg harus dibatasi. Di pasar ikan ini new normal enggak ada masalah, yang perlu dilakukan adalah menjaga kesehatan," kata dia dalam video conference di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2020.

    Menurut dia, peran dari pemerintah daerah menjadi sangat penting dalam pelaksanaan kenormalan baru di industri perikanan. Untuk itu, diharapkan proses pelaksanaan kenormalan baru bisa dilaksanakan dengan baik dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan covid-19 di industri ini.

    Selain itu, kendala pelaksanaan kenormalan baru adalah perbaikan logistik dan distribusi hasil panen industri perikanan. Pasalnya saat ini harga produk perikanan tengah mengalami penurunan karena melimpahnya pasokan sementara permintaannya sedang terhambat imbas covid-19.

    "Harga turun. Kenapa? Karena supply demand, demand berkurang karena resto tutup, hotel enggak jalan dan lain-lain. Sekarang mulai kembali normal, ekspor mulai gerak dalam dua hingga tiga minggu meskipun belum sampai normal," ungkapnya.

    Untuk itu, pemerintah akan mendorong BUMN di bidang perikanan menyerap hasil panen yang adai di industri ini. Safri menjamin hasil produksi perikanan yang dihasilkan baik perikanan tangkap ataupun budidaya memiliki kualitas yang cukup baik.

    "Kalau pasar domestik belum cukup akan masuk ke BUMN. Ini bagian membantu, di luar itu ada penanaman modal terutama pemain baru. Ini sudah berjalan dan kalau dilihat yang paling urgent itu khusus untuk nelayan yang terdampak," pungkas dia.
       



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id