comscore

Kenaikan Suku Bunga The Fed Dinilai Bikin Harga Kripto Nyungsep

Husen Miftahudin - 13 Mei 2022 15:59 WIB
Kenaikan Suku Bunga The Fed Dinilai Bikin Harga Kripto <i>Nyungsep</i>
Ilustrasi aset kripto - - Foto: AFP/ Ina Fasbender
Jakarta: CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan penurunan harga kripto karena adanya aksi jual yang terjadi lebih banyak daripada aksi beli oleh para investor. Namun aksi jual besar-besaran ini terjadi akibat sentimen negatif, salah satunya imbas kenaikan suku bunga The Fed.

"Saya pikir sentimen negatif yang menyebabkan kripto menurun beberapa hari terakhir terjadi karena kebijakan kenaikan suku bunga The Fed. Kebijakan ini bertujuan untuk meredam inflasi di Amerika yang sedang melonjak," ungkap Oscar dalam siaran pers, Jumat, 13 Mei 2022.
Oleh karena itu, jelasnya, tidak mengherankan jika para 'whales' (sebutan untuk investor yang berinvestasi di kripto dalam jumlah besar sehingga dampaknya bisa terasa di pasar) memilih untuk menjual aset kripto dan keluar terlebih dahulu.

Melihat pasar kripto yang sedang menurun cukup signifikan, Oscar menilai investor cenderung menunggu sehingga pergerakan dari pasar kripto sendiri cenderung bergerak lambat untuk bullish kembali.

Tips trading kripto

Di masa seperti ini, ada beberapa tips trading yang bisa digunakan ketika menghadapi market yang sedang bearish. Oscar mengatakan bahwa dalam trading kripto, money management merupakan hal yang penting baik itu ketika kondisi market sedang bearish ataupun bullish.

"Jika seorang investor memiliki money management yang baik, maka bagaimanapun kondisi market tidak akan terlalu berpengaruh terhadap dirinya. Bahkan, jika seseorang memiliki money management buruk, ketika market sedang hijau sekalipun dia tidak akan menuai profit. Maka, seseorang perlu memiliki money management yang baik sehingga bisa paham kapan waktu kembali masuk ke pasar sesuai dengan budget dan rencana investasi yang sudah dibuat," katanya.

Kemudian untuk tips yang kedua, investor juga bisa memanfaatkan kondisi ini dengan membeli kripto karena harganya yang sedang terdiskon. Istilah ini kerap disebut sebagai buy the dip.

"Kondisi buy the dip ini biasa dilakukan oleh beberapa institusi investor seperti Microstrategy Inc ataupun negara El Salvador yang sudah beberapa kali membeli bitcoin untuk cadangan devisa negaranya ketika harga nya sedang terdiskon. Setelah investor membeli kripto tersebut, investor bisa menyimpan, dan menjualnya saat harganya naik nanti," jelas Oscar.

Karena menurut Oscar, seringkali saat penurunan market seperti ini, ada saatnya harga bitcoin tiba-tiba meningkat drastis dan justru tidak lagi turun. Artinya, penurunan seperti ini masih belum terlalu mengkhawatirkan.

"Para analis masih menyebutkan masih ada kemungkinan besar bitcoin dan kripto lain naik secara tiba-tiba dan drastis. Indodax sudah pernah mengalami hal serupa sebelumnya. Jika dilihat secara historis pun pattern bearish seperti ini tetap akan terjadi dan kemungkinan besar akan diikuti dengan all time high kembali nanti," sebut dia.

Dengan menggunakan trik buy the dip, lanjut Oscar, investor bisa meningkatkan portofolio kriptonya. Namun tetap, meskipun investor ingin melakukan teknik buy the dip, ia menyarankan agar para investor berhati hati, tetap menggunakan uang dingin, memilih aset kripto yang berfundamental bagus dan memiliki kapitalisasi besar, serta berpatokan terhadap trading plan yang sudah dibuat.

"Terakhir, investor dapat melihat aset kripto lain yang tidak terpengaruh dengan turunnya harga bitcoin," terang Oscar.

Berdasarkan data perdagangan Indodax pada Kamis, 12 Mei 2022, pukul 19.00 WIB, Harga bitcoin berkisar sekitar Rp413 juta dan ethereum di kisaran harga Rp28 juta.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id