comscore

PTPP Sebut KIT Batang Bakal Dilirik Banyak Investor

Husen Miftahudin - 11 Juni 2022 08:26 WIB
PTPP Sebut KIT Batang Bakal Dilirik Banyak Investor
Dirut PTPP Novel Arsyad (kiri) bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di KIT Batang. Foto Istimewa.
Jakarta: Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk atau PTPP Novel Arsyad menyebutkan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City bakal banyak dilirik para investor raksasa untuk menanamkan modalnya di sana. Hal ini terlihat dari hadirnya LG Energy Solution yang masuk ke dalam pengembangan KIT Batang Tahap Kedua untuk merealisasikan rencana investasi industri baterai listrik terintegrasi.
 
"Dengan adanya pelaksanaan Seremoni (Implementasi Rencana Tahap Kedua Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang) ini membuktikan bahwa KIT Batang sangat diminati oleh para investor raksasa," ungkap Novel dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 11 Juni 2022.
 
Novel melanjutkan, hal tersebut terbukti dari telah habisnya penjualan area lahan fase pertama dari KIT Batang seluas 450 hektare sehingga saat ini pengembangan KIT Batang memasuki fase kedua dengan pengembangan kawasan mencakup seluas 1.000 hektare.
 
"KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan di Indonesia yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru dengan harapan dapat mendatangkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia," jelasnya.
 
Proyek Strategis Nasional (PSN) di KIT Batang saat ini terus menunjukan tren positif di tengah pemulihan ekonomi dunia usai dilanda pandemi covid-19. KIT Batang memiliki beberapa keunggulan dan potensi dimana hal tersebut dapat menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan ini.
 
Adapun beberapa keunggulan dan potensi yang dimiliki oleh KIT Batang antara lain, harga lahan yang murah dan bersaing, minim konflik sosial, UMR yang kompetitif, serta dukungan sarana dan prasarana yang cukup lengkap dan memadai sebagai fasilitas penunjang.
 
Proyek pembangunan KIT Batang merupakan salah satu PSN yang digagas pemerintah yang bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia. Oleh karena itu, kata Novel, PTPP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia.
 
Novel bilang, kementerian/lembaga telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun dan menyiapkan fase pertama seluas 450 hektare di KIT Batang dimana seluruh area tersebut telah digunakan untuk pembangunan berbagai industri, mulai dari pabrik kaca, pabrik pipa, hingga pabrik baterai listrik.
 
"PTPP optimistis kehadiran berbagai industri besar di KIT Batang akan membawa dampak baik bagi masyarakat terutama penyediaan lapangan pekerjaan. Selain itu, kehadiran industri besar tersebut tentunya akan turut meningkatkan pendapatan negara sehingga berdampak terhadap perekonomian nasional," tuturnya.
 
KIT Batang terletak di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, yang memiliki total luas lahan 4.300 hektare untuk dikembangkan. Pembangunan KIT Batang sendiri dibagi menjadi tiga kluster, yaitu Klaster I seluas 3.100 hektare, Klaster II seluas 800 hektare, dan Klaster III seluas 400 hektare.
 
KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru dimana dengan dibukanya kawasan tersebut diharapkan dapat mendatangkan para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id