comscore

Luhut Sibuk Lobi Pangeran Arab Saudi untuk Biayai Pembangunan IKN

Insi Nantika Jelita - 17 Maret 2022 14:31 WIB
Luhut Sibuk Lobi Pangeran Arab Saudi untuk Biayai Pembangunan IKN
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan - - Foto: dok Kemenko Marves
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sibuk melobi Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud (MBS) setelah mundurnya perusahaan Jepang, Softbank dalam pembiayaan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Bahkan, tim dari Kemenko Marves dikirimkan ke Arab Saudi untuk menindaklanjuti komitmen investasi dari negara Arab Saudi tersebut.

"Sekarang ini lagi terus bicara, intensif sekali. Crown Prince (MBS) sanga progresif. Dia WhatsApp saya terus bertanya bagaimana progresnya," jelas Luhut, Kamis, 17 Maret 2022.

Investasi dari Arab Saudi itu bakal digelontorkan melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign wealth fund (SWF) Indonesia. Komitmen ini pun diakui Luhut sudah dikoordinasikan dengan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan wakil otorita Dhony Rahajoe.

"Kita ka dapat USD20 miliar dari Uni Emirat Arab) ke SWF Indonesia. Sekarang Saudi menawarkan setelah bertemu dengan MBS, dia menawarkan untuk masuk. Tadi malam saya bicara dengan Pak Bambang dan Pak Doni, mereka sangat profesional," klaimnya.

Untuk alasan mengapa Softbank mundur dari proyek IKN, Luhut menegaskan bahwa hal itu berkaitan dengan masalah internal perusahaan asal Jepang itu yang mengalami kerugian. Padahal mereka sempat berkomitmen akan mengucurkan USD100 miliar untuk ibu kota baru.

Diketahui bahwa Dari Juli-September 2021 dengan penurunan valuasi dalam portofolio unit teknologi, Vision Fund, mengakibatkan Softbank rugi Rp49,9 triliun.

"Softbank memang dia mengalami penurunan (keuangan), karena bermasalah dan Visionfund kolaps, ya akhirnya nggak jadi. Dia enggak masuk ke kita. Sekarang kita harapkan dari Abu Dhabi dan Saudi," pungkas Luhut.

Sebelumnya, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menuturkan, jika pemerintah ingin mengejar pembangunan IKN tepat waktu maka investasi awal sebanyak 80-90 persen harus diperoleh dari APBN.

Pemerintah dinilai perlu mencari pengganti Softbank, misalnya lembaga investasi hedge fund maupun sovereign wealth fund dari negara mitra, seperti Arab Saudi.

"Sayangnya mencari investor sekelas Softbank bukan hal mudah, apalagi proses pembangunan IKN sudah dimulai," pungkasnya dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu.


(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id